Tue 13 Rabi Al Thani 1441 H, 10 December 2019
Home / Nasional / UGM klaim tak alergi dengan sosok UAS

UGM klaim tak alergi dengan sosok UAS

Ustaz Abdul Somad dalam acara takbligh akbar.

Yogyakarta (Riaunews.com) – Kepala Bagian Humas dan Protokol Universitas Gadjah Mada (UGM), Iva Aryani menegaskan bahwa kampus tak alergi dengan sosok Ustaz Abdul Somad (UAS).

Bahkan, kata Iva, tidak menutup kemungkinan kampus beralamat di Bulaksumur ini suatu saat akan mengundang sang dai, tentunya dengan konsep acara yang berbeda.



“Seperti kemarin yang saya sampaikan pada teman-teman juga, bahwa tidak menutup kemungkinan kok suatu saat UGM membuat satu acara dengan mengundang Ustaz Abdul Somad,” katanya, dilansir Detikcom.

Namun Iva belum bisa memastikan kapan UGM mengundang UAS ke kampus.

“Kemungkinan itu (mengundang UAS) ada. Tetapi kapan direalisasikan, dalam bentuk seperti apa, itu kan ya akan kita diskusikan dan pikirkan lagi,” terangnya.

Dalam kesempatan itu Iva juga menanggapi adanya tudingan dari pihak takmir yang menyebut pembatalan kuliah umum UAS dikarenakan pimpinan kampus didesak oleh alumni. Iva membantah tudingan itu.

“Nggak ada, nggak ada (desakan pembatalan kuliah umum UAS dari alumni UGM),” tegas Iva.

“Ya kalau alumni yang tergabung dalam netizen (kemudian muncul) pro-kontra itu kan banyak. Maksudnya dalam netizen di dunia maya, lalu ada yang pro dan ada yang kontra itu banyak. Tapi (sikap alumni) secara resmi itu yo nggak ada,” sambungnya.

Keterangan berbeda disampaikan Ketua Takmir Masjid Kampus UGM, Mashuri Maschab. Menurutnya, pembatalan kuliah umum UAS berangkat dari desakan para alumni kepada pihak kampus. Akhirnya kampus mengalah dan mematuhi desakan itu.

Desakan itu terkuak ketika Mashuri bertemu dengan Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM, Djagal Wiseso Marsono dan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset UGM, Bambang Agus Kironoto, Rabu (9/10).

Bahkan, kata Mashuri, dalam pertemuan itu pimpinan kampus menyebut nama petinggi negara ada dibalik pembatalan kuliah umum UAS. Salah satu pejabat yang dimaksud ialah Mensesneg, Pratikno. Namun Mashuri tak mempercayainya.

Iva membenarkan telah ada pertemuan antara Mashuri dan Djagal pada Rabu (9/10) pagi. Pertemuan tersebut juga dihadiri Bambang. Namun Iva tak mengetahui apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu.

“Ada pertemuan internal (pengurus takmir dengan pimpinan Universitas). Tetapi hasil pertemuannya seperti apa dan hasil kesepakatannya seperti apa saya juga tidak mengetahui. Karena memang saya tidak berada di sana,” pungkas dia.

detikcom sudah mencoba memintai konfirmasi kepada Djagal. Namun saat ditemui di ruangannya, yang bersangkutan belum bersedia memberikan keterangan ke media.***

Komentar