Tue 13 Rabi Al Thani 1441 H, 10 December 2019
Home / Nasional / Ternyata yang demo anarkis di KPK merupakan massa bayaran

Ternyata yang demo anarkis di KPK merupakan massa bayaran

Massa yang melakukan aksi demo di Gedung KPK ternyata dibayar dalam menjalankan aksinya. (Foto: CNN Indoensia)

Jakarta (Riaunews.com) – Aksi demonstrasi yang berujung rusuh di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat (14/9/2019), ternyata dilakukan oleh orang-orang bayaran.

Sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com pada Ahad (15/9/2019), saat berbincang dengan beberapa orang massa aksi, tetapi tak mau menyebutkan nama. Salah seorang perempuan massa aksi mengaku sebagai warga Cipinang, Jakarta Timur.



Ia mengatakan diajak ikut demonstrasi oleh seseorang bernama Mbak Sri. Perempuan yang berusia sekitar 50 tahun itu bersedia ikut karena tak punya kesibukan. Ia pun terbujuk oleh tawaran uang dan makanan.

“Ya itu dikasih uang sama snack (makanan ringan),” kata perempuan berkaos hitam.

“Iya lima puluh (Rp50 ribu),” lanjut dia saat ditanyakan mengenai nominal yang ia peroleh dari aksi unjuk rasa.

Perempuan itu mengaku sudah diajak demonstrasi di KPK sejak Jumat (13/9) kemarin. Namun saat ditanya apakah ia tahu soal permasalahan revisi UU KPK dan pergantian pemimpin, ia mengaku tak tahu.

“Enggak tahu apa-apa saya. Saya mah ikut meramaikan saja, diajak doang kan,” ucapnya sembari tertawa malu.

Ketika hendak ditanya lebih jauh, ia ditarik oleh perempuan koordinator lapangan. Sang perempuan mengonfirmasi bahwa orang yang menariknya itu adalah Mbak Sri.

Massa aksi lainnya yang ditemui CNNIndonesia.com adalah para remaja. Mereka pun enggan mengungkap nama dan identitas detail.
Salah seorang pemuda mengaku sebagai warga yang tinggal di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Ia berkata sedang nongkrong bersama kawan-kawan saat diajak ikut unjuk rasa.

“Diajak teman. Diajak, ‘Mau ikut enggak demo?'” tutur dia.

Serupa dengan sumber sebelumnya, sang pemuda mengonfirmasi dijanjikan bayaran Rp50 ribu untuk ikut aksi selama sehari. Namun bayaran diberikan setelah aksi selesai.***

Komentar