Rab 23 Rabiul awal 1441 H, 20 November 2019
Home / Nasional / Tagar #BubarkanBanser jadi trending

Tagar #BubarkanBanser jadi trending

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kicauan seputar Barisan Ansor Serbaguna (Banser) PBNU terkait aksi protes masyarakat Papua menjadi topik hangat yang dibicarakan warganet hingga menjadi trending topic di Twitter pada Ahad (25/8). Ada yang membela, tapi juga ada yang ingin organisasi itu bubar.



Tagar #BanserUntukNegeri dan #BubarkanBanser kini menduduki dua peringkat teratas di Twitter. Sementara dalam trending topic dunia, tagar #BubarkanBanser berada di posisi kelima.

Topik itu sendiri tak bisa lepas dari tujuh tuntutan yang dibacakan masyarakat Sorong, Papua Barat pada Rabu lalu (21/8). Salah satu poin tuntutan adalah meminta pemerintah membubarkan Banser.

Saat ini memang banyak netizen yang kontra dengan keberadaan Banser. Salah satunya pemilik akun @abizia_.

Ia menyatakan, “Sahabat oposisi, siapa yang setuju #BubarkanBanser agar saudara Papua kita tetap dalam pelukan NKRI?”

Selain itu, akun @ekoboy2 juga mengajak netizen lainnya untuk me-retwit tagar #BubarkanBanser.

“Sebenernya gak baik ya berseteru dg saudara seiman, tapi memperhatikan tingkah laku mereka saya meyakini banser salah satu masalah di negeri ini apalagi rakyat Papua merasakan hal yg sama. Jika anda setuju dg tagar ini #BUBARKANBANSER silahken retweet!!,” cuit @ekoboy2.

Sedangkan @Datuk_Tamburin menyidir latihan Banser yang ala TNI, tapi kerjanya bubarin pengajian.

“Vangkeee😁😁😂🤣 Latihan berat2 ala TNI tapi ujung2nya cuma bubarin pengajian , jaga geraja, malamnya dangdutan🙄 Kalian emang pantes👇 #BUBARKANBANSER,” kata @Datuk_Tamburin.

Sementara cuitan dukungan kepada Banser datang dari pemilik akun @kirekswasta. Dia menuliskan, “Rusuhnya karena siapa, yang disuruh bubar siapa?” #BanserUntukNegeri.

Dukungan juga datang dari akun @Z-tarzan1, “Coba saja bubarkan kami, kami adalah pemilik negeri,” #BanserUntukNegeri.

Diketahui tagar ini muncul setelah massa di Papua disebut-sebut meminta pemerintah membubarkan Banser. Hal ini berkaitan dengan insiden yang terjadi di Papua beberapa waktu lalu.

Kondisi di sejumlah kota di Papua dan Papua Barat sempat memanas karena insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya pekan lalu. Sejumlah fasilitas publik di Manokwari, Sorong, hingga Fakfak dibakar.

Massa juga membakar sejumlah bangunan pada Senin (18/8). Masyarakat meminta oknum yang melontarkan pernyataan rasialis kepada mahasiswa Papua di Surabaya diusut tuntas.

Calon Anggota DPD terpilih dari Papua, Yorrys Raweyai mengaku mendengar masyarakat Sorong menyuarakan tujuh tuntutan saat dirinya berkunjung ke sana. Salah satu tuntutannya adalah meminta pemerintah membubarkan Banser. Itu termaktub dalam poin ketiga.

“Pemerintah harus segera bubarkan ormas Banser dari negara Republik Indonesia,” mengutip bunyi tuntutan masyarakat Sorong, Papua Barat. ***[CNN]

Komentar