Sab 19 Rabiul awal 1441 H, 16 November 2019
Home / Nasional / Seolah sindir Menag, Wapres Ma’ruf Amin: Radikalisme bukan soal pakaian, tapi cara berfikir

Seolah sindir Menag, Wapres Ma’ruf Amin: Radikalisme bukan soal pakaian, tapi cara berfikir

Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Jakarta (Riaunews.com) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberikan sambutan dalam Seminar Sekolah Sespimti Polri Dikreg Ke-28 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam acara itu, Ma’ruf Amin berbicara terkait radikalisme yang dinilainya berasal dari cara berpikir dan bersikap, bukan pakaian.



“Radikalisme sebenarnya bukan soal pakaian, tapi radikalisme itu adalah cara berpikir, cara bersikap atau perilaku, dan cara bertindak,” ujar Ma’ruf Amin di The Opus Grand Ballroom The Trijaya, Jl Darmawangsa III, Kebayoran Baru, Jaksel, Jumat (8/11/2019).

Ma’ruf mengatakan pencegahan radikalisme dan intoleran menjadi tantangan bangsa Indonesia. Karena itu, kata dia, bangsa Indonesia harus mencegah kelompok itu keluar dari komitmen kebangsaan.

“Karena itu, kita harus mencegah adanya kelompok-kelompok yang keluar dari komitmen kebangsaan ini. Harus mencegah timbulnya radikalisme maupun intoleran,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa upaya yang harus dilakukan untuk mencegah kelompok-kelompok itu agar tidak keluar dari komitmen kebangsaan. Salah satunya, kata dia, dengan meluruskan cara berpikir, bersikap, hingga bertindak kelompok tersebut.

“Upaya yang harus kita lakukan adalah meluruskan cara berpikirnya, meluruskan cara bersikap dan bertindak dan juga meluruskan gerakannya. Karena itu, perlu ada upaya-upaya yang lebih intensif tentang kontra-radikalisme dan deradikalisasi,” katanya.

Tampak hadir dalam acara Seminar Sekolah Sespimti Polri 2019 tersebut Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Idham Azis dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Sejak dilantik Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019, Menteri Agama Fachrul Razi secara konsisten menyatakan tak ada toleransi untuk radikalisme. Beberapa poin yang ia utamakan adalah penolakan paham khilafah dan pembatasan penggunaan cadar serta celana cingkrang di instansi pemerintah.***

 

Detikcom
Komentar