Tue 13 Rabi Al Thani 1441 H, 10 December 2019
Home / Nasional / Pengawalan pada Mendagri Tito Karnavian lebih ketat dibanding saat Tjahjo Kumolo

Pengawalan pada Mendagri Tito Karnavian lebih ketat dibanding saat Tjahjo Kumolo

Mendagri Tito Karnavian usai sertijab dari pejabat lama, Tjahjo Kumolo. (Foto: Liputan6)

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjadi pembina apel pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (24/10/2019). Ini kali pertama Tito tampil sebagai Mendagri usai serah terima jabatan dengan Tjahjo Kumolo.



Selepas upacara dan foto bersama petinggi Kemendagri, Tito menyambangi awak media. Ia didampingi oleh Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar.

Mantan Kapolri tersebut juga didampingi beberapa ajudan yang melekat di sisinya. Saat diwawancara dengan para wartawan, setidaknya ada tiga ajudan yang mengawal di kanan, kiri, dan belakang Tito.

Ajudan di samping Tito beberapa kali mengingatkan jurnalis untuk tidak terlalu dekat. Salah satu ajudan sempat melihat kartu pers jurnalis CNNIndonesia.com yang memotret Tito saat ingin pergi menuju Istana Kepresidenan.

Hal itu tidak sama saat Mendagri dijabat oleh Tjahjo Kumolo pada periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Pengamanan yang melekat pada Tjahjo tidak sebanyak Tito saat ini.

Setiap bertemu wartawan, biasanya Tjahjo hanya didampingi Kapuspen Kemendagri Bahtiar, Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo, atau pejabat Kemendagri lainnya.

Sementara ajudan pribadi Tjahjo menunggu di luar barisan awak media. Sesekali ajudan menyapa dan mengobrol dengan para jurnalis di Kemendagri.

Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo mengamini ada perbedaan pengamanan antara Tito dengan Tjahjo. Dia mengatakan pengamanan Tito cenderung lebih ketat lantaran dirinya adalah mantan Kapolri.

“Ya ini kan masa transisi, beliau kan (mantan) kapolri ya, otomatis dikawal oleh (ajudan), itu kan protap kepolisian. Dan ini juga beliau ini seorang penegak hukum ya, ya sudah sepantasnya,” tutur Hadi saat ditemui di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (24/10).***

Komentar