Jum 25 Rabiul awal 1441 H, 22 November 2019
Home / Nasional / PDIP: Wadah Pegawai KPK jadi alat kelompok politik

PDIP: Wadah Pegawai KPK jadi alat kelompok politik

Politisi PDIP Masinton Pasaribu.

Jakarta (Riaunews.com) – Anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menilai Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) tak ubahnya wadah politik yang kerap menekan para pimpinan KPK terhadap mekanisme kerja yang ada di institusi itu.



Masinton menilai WP KPK telah menekan para pimpinannya untuk mempengaruhi keputusan digelarnya konferensi pers terkait pelanggaran etik Ketua KPK 2019-2023 terpilih, Firli Bahuri, Rabu (11/9) lalu.

“Kalau kemarin Wadah Pegawai namanya, sekarang Wadah Politik. Ini yang menjadi kelompok penekan, menekan pimpinan, menekan publik melakukan pressure terhadap DPR,” ujar Masinton saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Dikutip dari laman CNNIndonesia.com, pernyataan Masinton itu tak lepas dari pengakuan capim KPK petahana, Alexander Marwata yang menyatakan konferensi pers Saut terkait pelanggaran etik Firli Bahuri ketika menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK itu dilakukan tanpa sepengetahuannya.

Menurutnya, desakan dan tekanan yang dilakukan oleh WP KPK terhadap mekanisme kerja pimpinan sudah di luar batas.

Ia mencurigai ada yang tidak beres dengan mekanisme kepemimpinan di internal institusi KPK. Hal itu dibuktikan dari tekanan dan intervensi yang dilakukan oleh WP KPK dan ketidakharmonisan antarpimpinan KPK saat ini.

“Itu kemudian menampakkan bahwa lembaga itu secara eksklusif dimonopoli sama kepentingan yang namanya Wadah Politik KPK,” kata Masinton.***

Komentar