Sun 11 Rabi Al Thani 1441 H, 8 December 2019
Home / Nasional / Novel Bamukmin: Semoga Banser Ikuti ajakan Ketum PBNU, hormati Habib Rizieq Shihab

Novel Bamukmin: Semoga Banser Ikuti ajakan Ketum PBNU, hormati Habib Rizieq Shihab

Novel Bamukmin.

Jakarta (Riaunews.com) – Jubir Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin berharap pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj terkait ajakan menghormati para habib, termasuk Imam Besar FPI Rizieq Shihab, tak hanya manis di bibir.



Novel mengatakan ajakan Said Aqil itu perlu diamalkan oleh Said Aqil sendiri, maupun para anggota NU, termasuk organisasi sayap PBNU seperti Banser.

“Perlu diaplikasikan ke dalam pengamalan baik dari pribadi KH SAS (Said Aqil Siroj) sendiri serta organisasi NU, yang dipimpin bersama sayap NU-nya. Termasuk Banser untuk segera wajib menghormati para Habaib di manapun berada,” kata Novel sata dikonfirmasi, Kamis (31/10/2019).

“Karena selama ini oknum Banser secara terang-terangan mendiskreditkan para habaib khususnya di FPI termasuk kepada Habib Rizieq yang pernah viral videonya dan itu jauh adabnya dan hormat kepada para habaib,” ujar Novel menambahkan.

Novel mengklaim selama ini dirinya selalu mengamalkan apa yang diajarkan Rizieq terkait kewajiban menjungjung tinggi kemulian kepada para habaib, termasuk habib di NU ataupun yang mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Untuk itu dengan ceramahnya KH SAS permasalahan selama ini bisa cair untuk tidak mendiskriditkan habaib apalagi sampai memperkusi habaib seperti kejadian penolakan Musda FPI Jateng yang Imam Daerahnya FPI Jareng adalah habib,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj mengajak para nahdiyin untuk menghormati para habib, sesuai dengan perintah Allah SWT. Menurutnya, semua habib harus dihormati tak pandang bulu, termasuk pemimpin FPI Rizieq Shihab.

“Maka kita wajib menghormati ahlul bait Habaib, semua Habaib enggak pandang bulu. Kita harus hormat. Habib Jindan, Habib Lutfi, Habib Syeh. Siapa lagi? Habib Rizieq,” kata Said semalam.***

 

CNN Indonesia
Komentar