Sab 19 Rabiul awal 1441 H, 16 November 2019
Home / Nasional / Nenek 80 tahun tewas dalam kebakaran di Balerong Cupak

Nenek 80 tahun tewas dalam kebakaran di Balerong Cupak

Kebakaran di Balerong, Nagari Cupak, Kabupaten Solok menewaskan satu orang warga. (Foto: istimewa)

Arosuka (Riaunews.com) – Seorang nenek berusia 80 bernama Nursini, tewas dalam kebakaran yang menghanguskan tiga unit rumah di Balerong, Jorong Balai Tangah, Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (7/11/2019) pagi.



Dari informasi yang berhasil dihimpun, kebakaran itu terjadi sekira pukul 08.30 Wib.

Api diduga berasal dari kompor minyak tanah yang saat itu dipakai oleh Mira (30) untuk memasak di dapur yang berada di belakang rumah. Namun saat memasak, api tersebut malah menyala sampai ke dalam sumpu kompor sehingga api yang awalnya kecil malah membesar.

Panik dengan kondisi itu, Mira yang merupakan cucu dari Nursini tersebut menendang kompor yang sedang menyala tersebut.

Upaya tersebut bukannya memadamkan api, api justru menyebar dan menyambar dan membakar daun kelapa kering dan kulit kelapa yang berada di dapur tersebut.

Api kian membesar dan tak terkendali, sehingga menyebar dengan cepat ke seluruh bagian dapur dan membakar rumah tersebut. Sementara Mira berusaha meminta pertolongan warga sekitar.

Warga yang melihat kejadian itu berusaha membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Namun naas, nenek Nursini yang saat itu tergolek lemah di dalam rumah karena sakit tak mampu diselamatkan sehingga api membakar seluruh tubuh perempuan renta itu. Sedangkan cucunya yang lain Roni Andesta (31) masih bisa diselamatkan meski harus menderita luka bakar serius di seluruh tubuhnya dan harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Arosuka.

Api baru bisa dijinakkan beberapa jam kemudian, setelah masyarakat bersama anggota Polsek Gunung Talang serta mobil unit Damkar dari Kabupaten Solok dan Kota Solok turun ke lokasi kejadian.

Selain menghanguskan rumah Nursini beserta isinya, api juga menyambar dua unit rumah yang ada di belakangnya.

Kapolres Solok AKBP Ferry Irawan melalui Kapolsek Gunung Talang Iptu Azwari Siregar yang dihubungi terpisah membenarkan kejadian itu. Pasca kejadian, pihaknya langsung memagari lokasi kejadian dengan garis polisi untuk memudahkan proses olah TKP.

“Dugaan sementara api berasal dari kompor minyak tanah yang dipakai memasak. Sementara kerugian diperkitrakan mencapai Rp300 juta,” ujar Iptu Azwari.

Pihaknya berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat lainnya, terutama yang masih menggunakan kompor minyak tanah, untuk berhati-hati agar tidak terjadi musibah serupa. ***

Komentar