Kam 24 Rabiul awal 1441 H, 21 November 2019
Home / Nasional / Miliki 13 gelar akademik, dosen cantik ini mengaku susah cari pasangan

Miliki 13 gelar akademik, dosen cantik ini mengaku susah cari pasangan

Dosen Universitas Tarumanegara, Yenita. (Foto: Tempo.co)

Jakarta (Riaunews.com) – Seberapa hebat anda dalam dunia akademis? Mungkin anda akan minder dengan wanita cantik yang satu ini, karena dia memiliki 13 gelar. Satu sarjana, sepuluh master, dan dua doktor. Wow!



Namanya cukup pendek, Yenita. Namun jika lengkap dengan seluruh gelar yang dimiliki, maka nama dosen tetap di Universitas Tarumanegara (Untar) Jakarta ini harus ditulis menjadi DR. DR. Yenita, SE., MM., MBA, MSi., MT., MH., MPd., MAK., ME., MIKom., MMSi. Wuii….h

Sederet gelar akademis yang disandang Yenita. (Foto: Untar)

Ada berbagai keuntungan dan kerugian yang dihadapi lantaran semua gelar yang dimiliki itu. Dari sisi positif, Bu Dosen mengaku bisa mengenal banyak teman dan kenalan. Hal ini sangat penting untuk membangun koneksi di kemudian hari sebab mungkin ada waktunya ia membutuhkan teman dalam mewujudkan keinginan.

“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Mungkin saya butuh pertolongan satu orang dan lainnya. Dari banyak menempuh pendidikan, koneksi dengan orang menjadi lebih besar,” katanya sebagaimana dilansir Tempo.co, Jumat (16/8/2019).

Selain itu, memiliki pengetahuan luas adalah hasil positif lain yang didapat Yenita. Ia mengaku kini mampu menjawab berbagai masalah yang ada, khususnya karena sudah memiliki dasar pelajaran yang kuat.

“Setiap kajian disiplin ilmu memiliki penekanan sudut pandang yang berbeda dan mendalam. Oleh karena sudah lulus, pengetahuan saya menjadi semakin bertambah sehingga saya sekarang bisa memecahkan masalah dan pertanyaan seputar ilmu-ilmu tersebut,” katanya.

Sayangnya, dari sisi negatif ia mengaku harus mengalami kesulitan untuk mencari pasangan hidup. Rupanya, selain karena gelar yang terlalu banyak, hal tersebut juga didasari oleh kesibukannya untuk belajar.

“Karena gelar saya terlalu banyak, laki-laki banyak yang minder dan kabur. Saya juga banyak menghabiskan waktu luang dengan belajar untuk gelar-gelar ini. Jadi tidak sempat melirik sana sini,” katanya.***

Komentar