Sel 16 Safar 1441 H, 15 Oktober 2019
Home / Nasional / Masinton ingin kasus pelanggaran kode etik Firli Bahuri temui TGB jangan diungkit lagi

Masinton ingin kasus pelanggaran kode etik Firli Bahuri temui TGB jangan diungkit lagi

Firli Bahuri diduga melakukan pelanggaran etik karena temui Muhammad Zainul Majdi (TGB) yang saat itu tersangkut kasus Newmont.

Jakarta (Riaunews.com) – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru saja terpilih Irjen Firli Bahuri, diduga melakukan pelanggaran etik berat karena menemui mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih dikenal dengan Tuanku Guru Bajang (TGB) saat KPK tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi yang menimpa TGB.



Melihat hal itu, Anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan Masinton menyebut kasus itu tak perlu diungkit kembali, karena sudah berlangsung pada 2018.

Oleh karenanya, Masinton memandang Wadah Pegawai (WP) KPK yang mempersoalkan kasus tersebut, saat ini sudah bekerja tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

“Harus diubah ke depan, WP harus diisi oleh ASN agar tidak berpolitik, sehingga KPK tidak sakit-sakitan lagi. Kalau sekarang (KPK) tubuhnya sakit, enggak sehat, banyak friksinya,” kata Masinton.

CNNIndonesia.com memberitakan, Masinton menduga mundurnya Saut Situmorang dari posisi Wakil Ketua KPK karena gagal menghentikan laju Firli untuk menjadi pimpinan KPK.

“Kan mereka yang paling getol menyerang Pak Firli. Lalu, mereka merasa misinya enggak berhasil ya mengundurkan diri,” ucap dia.

Di sisi lain, Masinton memandang sikap Saut membuatnya ragu atas integritas dan sikapnya sebagai pimpinan KPK selama ini. Padahal, kata dia, Saut selama bekerja empat tahun di KPK ini sudah digaji pemerintah alias dengan uang rakyat.

“Kan, mereka digaji negara untuk bekerja profesional, lalu kesempatan itu malah mereka gunakan untuk aktivitas politik menyerang orang. Ketika keinginan mereka tidak terpenuhi lalu mengundurkan diri. Pertanggungjawabkan dong semuanya sampai selesai masa jabatan,” tutur Masinton.***

Komentar