Sel 16 Safar 1441 H, 15 Oktober 2019
Home / Nasional / Ini tanggapan Ustaz Abdul Somad mengenai film The Santri

Ini tanggapan Ustaz Abdul Somad mengenai film The Santri

Ustaz Abdul Somad.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Film The Santri yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan disutradai Livi Zheng, terus menuai pro dan kontra.

Front Pembela Islam (FPI) bahkan mengharamkan umat Islam untuk menonton film yang dianggap tidak mencerminkan kehidupan santri yang sebenarnya, bahkan disebut cenderung liberal.



Dalam Pengajian Bulanan Masjid Al Hikmah, Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau pada Rabu (18/9/2019), Ustaz Abdul Somad (UAS) turut ditanyai mengenai hukum menonoton film The Santri tersebut.

Diakui oleh UAS, dirinya belum menonton secara lengkap film itu, baru sekadar triller, sehingga tak bisa mengomentari lebih banyak.

Namun UAS menegaskan bahwa haram hukumnya masuk ke rumah ibadah agama lain.

Seperti diketahui, salah satu adegan di film The Santri yang cukup mengundang kontroversi adalah dua orang santri berjilbab masuk ke gereja mengantarkan tumpeng, di mana saat itu umat Nasrani sedang melaksanakan ibadah.

“Karena nabi tidak masuk ke dalam tempat yang di dalamnya terdapat patung berhala,” kata UAS dalam video yang diunggah ke Youtube oleh akun Ustadz Abdul Somad Official.

“Maka dalam Islam, mazhab Syafii mengharamkan masuk ke dalam rumah ibadah yang di dalamnya ada berhala,” tambah UAS.

Selanjutnya UAS mengomentari masalah laki-laki dan perempuan bukan mahram yang berdua-duaan.

“Kita jaga anak-cucu kita dari perbuatan maksiat,” lanjut ustaz asal Riau tersebut.

“Bahwa ada visi-misi, sesuatu di balik ini semua (film The Santri), wallahu a’lam bisshowab. Kita akan diminta pertanggungjawab di depan Allah SWT,” lanjutnya.

Ustaz lulusan Unversitas Al Azhar, Kairo, Mesir ini menegaskan bahwa Islam tidak perlu diajarkan bagaimana berinteraksi sosial dengan umat agama lain.

“Tapi kalau sudah dalam masalah ibadah, ritual, tak ada tawar menawar,” ucapnya sembari membacakan surat Al Kafirun.

UAS melanjutkan, saat ini banyak yang kebablasan, sehingga tidak bisa membedakan mana toleransi mana ‘telor asin’.

“Jangan karena toleransi mengorbankan keyakinan ibadah anak-anak, naudzubillah. Dan orang-orang yang pernah di pesantren pun saat menonton (film The Santri) itu (menyebut) ini bukan anak pesantren, anak pesantren bukan begitu,” ucap UAS mengakhiri jawaban***

 

Pewarta: Ilva

Komentar