Kam 24 Rabiul awal 1441 H, 21 November 2019
Home / Nasional / Imbau umat Katolik tak perlu risau, Romo Benny anggap UAS perlu meminta maaf

Imbau umat Katolik tak perlu risau, Romo Benny anggap UAS perlu meminta maaf

Romo Antonius Benny Susetyo (kiri) dan Ustaz Abdul Sumad.

Jakarta (Riaunews.com) – Rohaniwan Antonius Benny Susetyo mengimbau seluruh umat Katolik untuk tidak risau terkait dengan beredarnya pernyataan Abdul Somad dalam sebuah video yang menyinggung simbol salib Gereja Katolik.

“Umat Katolik tidak perlu risau dan reaktif terhadap viralnya video tersebut. Ini saatnya kami menerapkan ajaran Kristus, yakni belas kasih, mengampuni sesama,” kata Romo Benny kepada Antara di Jakarta, Ahad (18/8/2019).



Dikutip dari Untuk meredam potensi ketegangan antarumat beragama akibat pernyataan Abdul Somad tersebut, Benny memandang perlu ada pernyataan maaf dari ustaz lulusan Universitas Al-Azhar Mesir itu.

Selain itu, pemuka agama lain juga perlu menyampaikan pernyataan yang dapat menimbulkan ketenangan di tengah masyarakat.

Sebelumnya, beredar potongan video ceramah Abdul Somad yang mengatakan bahwa dalam hukum Islam salib adalah tempat bersarangnya jin kafir. Somad mengatakan hal itu untuk menanggapi pertanyaan salah satu anggota jemaahnya yang menggigil hatinya ketika melihat salib.

Romo Benny menjelaskan bahwa corpus yang disinggung itu merupakan simbol patung tubuh Yesus yang bagi umat Katolik diyakini sebagai penggenapan nubuat para nabi akan Sang Mesias, pengajaran akan keadilan Allah, pengajaran kasih Allah dan pengingat untuk saling mengasihi.

“Corpus Kristus itu diimani sebagai pengorbanan Kristus dalam pewartaan, wafat, dan kebangkitan Yesus. Pasalnya, tidak mungkin ada kebangkitan Kristus tanpa sengsara dan wafat-Nya disalib,” ujar Romo Benny.

Abdul Somad sendiri telah mengklarifikasi pernyataannya dalam sesi tanya jawab ceramah yang menuai polemik tersebut.

UAS menegaskan bahwa substansi ceramahnya itu hanya sekadar menjawab pertanyaan dari salah satu jemaah dan bukan untuk merusak hubungan antarumat beragama di Indonesia.

Klarifikasi UAS itu diunggah dalam akun resmi sosial media Youtube milik FSRMM TV pada Ahad (18/8/2019).

“Pertama, itu saya menjawab pertanyaan, bukan saya membuat-buat untuk merusak hubungan. Ini perlu dipahami,” kata UAS dalam video tersebut.

UAS menjelaskan bahwa ceramah yang mengundang polemik itu dilakukan di Masjid An-Nur Pekanbaru sekitar tiga tahun lalu. Ia menjelaskan subtansi ceramah tersebut hanya untuk menjawab pertanyaan dari jamaah tentang patung dan kedudukan Nabi Isa AS yang tertera dalam Alquran dan Sunah Nabi Muhammad SAW.

“Itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion. Bukan di lapangan sepak bola, bukan di TV. Tapi untuk internal umat Islam menjelaskan pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan nabi Isa AS untuk orang Islam dalam Alquran dan sunnah Nabi Muhammad SAW,” kata dia.***

Komentar