Rab 17 Safar 1441 H, 16 Oktober 2019
Home / Nasional / GP Ansor anggap apa yang dilakukan Luhut lumrah

GP Ansor anggap apa yang dilakukan Luhut lumrah

Momen saat Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberikan amplop pada kiai di Bangkalan,, Madura, Jawa Timur. (Foto: Twitter)

Jakarta (RiauNews.com) – Sekretaris PW GP Ansor DKI Jakarta, Dendy Zuhairi Finsa meminta masyarakat dan warganet berpikir objektif tentang tradisi pemberian “bisyaroh” berupa uang, hasil bumi, atau apa pun kepada kiai.

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh,” ujar Dendy, sebagai bentuk klarifikasi pemberian amplop yang dilakukan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan pada Kiai Zubair.

Baca: TKN sebut tempel amplop kiai inisiatif luhut Pribadi

Menurut Dendy, tindakan Luhut itu sebagai bentuk penghormatan kepada kiai. Kiai Zubair adalah sesepuh Bangkalan. Pengasuh Pesantren Nurul Cholil, Demangan itu merupakan cicit dari ulama besar Syaikhona Cholil.

“Beliau biasa menerima kunjungan siapa pun. Pejabat negara, politisi, sampai rakyat jelata biasa sowan kepada beliau. Jadi, kunjungan Pak Luhut ke sana tak usah digoreng untuk menghina kiai,” tandasnya dikutip Antara, Selasa (2/4/2019).

Baca: Luhut tertangkap kamera beri amplop dan mintai kiai datang ke TPS pakai baju putih

Menurut Dendy, sebelum Luhut berkunjung ke kediaman Kiai Zubair, Agus Harimurti Yudhoyono dari Partai Demokrat yang merupakan partner koalisi pendukung Prabowo, juga sowan ke Pesantren Nurul Cholil.

“Mas Agus sowan ke Kiai Zubair, 26 Maret lalu. Di sana Mas Agus juga meminta doa dan dukungan untuk Partai Demokrat. Banyak kok beritanya di media. Menurut saya itu hal biasa. Kiai selalu menghormati siapa pun yang menjadi tamunya,” ujar Dendy.***

Komentar