Sel 15 Rabiul awal 1441 H, 12 November 2019
Home / Nasional / Fahri Hamzah: Respons Jokowi untuk Papua terlalu datar

Fahri Hamzah: Respons Jokowi untuk Papua terlalu datar

Presiden Jokowi dan isteri memilih bersepeda bersama di kompleks Candi Borobudur saat situasi memanas di Papua. (Foto: Aloysius Jarot Nugroho/ANTARA)

Jakarta (Riaunews.com) – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait meletusnya kerusuhan di Jayapura, Papua pada Kamis (29/8/2019), merupakan imbauan yang sangat datar dan tak memberi opsi penyelesaian masalah utama konflik di Papua.



Fahri mengatakan Jokowi seharusnya bisa mengeluarkan langkah dan kebijakan yang luar biasa agar kericuhan di wilayah itu dapat berakhir.

“Perkembangan terbaru di Papua itu sesungguhnya memerlukan langkah-langkah yang luar biasa dari presiden, tidak bisa presiden hanya mengeluarkan himbauan-himbauan yang datar ya, dalam situasi seperti sekarang,” kata Fahri saat dihubungi wartawan, Jumat (30/8/2019).

Fahri mengatakan seharusnya Jokowi bisa memberikan pesan yang substansial sehingga mampu membekas hingga ke relung hati seluruh masyarakat Papua.

Fahri menyarankan Jokowi bisa menjelaskan secara gamblang dan terukur berbagai rencana strategisnya dalam membangun kepercayaan masyarakat Papua kembali usai insiden tersebut. Hal itu bertujuan agar situasi di Papua kembali kondusif dan tak ada kerusuhan lanjutan.

“Sambil tentunya mendengar apa yang sekarang dalam jangka pendek dituntut oleh masyarakat dan lalu kemudian kita mencoba membangun pengertian jangka panjang tentang keadaan kita,” kata dia.

Fahri hanya bisa berharap Jokowi tak menyesal nantinya karena terlambat dalam bersikap mengatasi situasi di Papua kini. Terlebih sudah ada pihak-pihak yang mencoba melakukan mobilisasi dukungan internasional terkait insiden tersebut

“Jika presiden terlalu datar membuat pernyataan, sementara orang sudah bertindak jauh, termasuk adanya pihak-pihak yang mencoba menginternasionalisasi persoalan ini, nanti kita menyesal karena terlambat,” kata dia.

“Sekali lagi, pihak yang pemain di kasus Papua selalu banyak, terutama pihak internasional yang selalu ingin agar kedamaian dan stabilitas di Papua itu tidak pernah selesai,” tambah Fahri.

Sebelumnya, Jokowi mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat serta tokoh agama untuk menjaga agar Papua tetap menjadi wilayah yang damai. Ia katakan untuk merespons kerusuhan yang terjadi di Jayapura, Papua pada Kamis (29/8).

“Mari kita semuanya menjaga agar tanah Papua tetap menjadi sebuah wilayah yang damai, tanah yang damai,” kata Jokowi di Purworejo, Jawa Tengah seperti ditayangkan akun resmi Sekretariat Presiden di laman YouTube, Kamis (29/8).

Jokowi sendiri berkomitmen untuk terus membangun Papua. Baik dari segi fisik maupun sumber daya manusia. Semua itu dilakukan agar masyarakat Papua bisa lebih maju dan sejahtera.***

Komentar