Sun 11 Rabi Al Thani 1441 H, 8 December 2019
Home / Nasional / Fadli Zon: Dengan konser musikpun takut, negara demokrasi macam apa?

Fadli Zon: Dengan konser musikpun takut, negara demokrasi macam apa?

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Jakarta (RiauNews.com) – Konser Tribute to Ahmad Dhani di Surabaya, batal digelar, karena tak mendapat izin dari Kepolisian. Kritikanpun bermunculan dari elite yang berada di kubu Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Anggota Dewan Pengarah BPN, Fadli Zon menyindir upaya dibatalkannya konser solidaritas untuk Dhani. Kritikan kerasnya ini disampaikan lewat akun Twitternya, saat mengomentari cuitan pendukung Prabowo, Letjen (Purn), Johannes Suryo Prabowo, @marierteman.

“Kini dg konser musikpun takut. Negara demokrasi macam apa? Rezim otoriter pasti tumbang,” kata Fadli dikutip VIVA, Senin (11/3/2019).

Baca: Pembatalan konser Solidaritas untuk Ahmad Dhani oleh polisi dinilai janggal

Sebelumnya, Ketua Panitia konser Tribute to Ahmad Dhani, Didik Darmadi mengatakan, pihaknya kaget dan tidak bisa berbuat apa-apa atas keputusan Kepolisian yang membatalkan konser tersebut.

Dia menekankan, tiket konser yang sudah terjual sekira 400 lembar akan dikembalikan dengan uang secara penuh.

“Uang tiket full kembali,” ujarnya dikonfirmasi melalui sambungan telepon genggam.

Konser Solidaritas untuk Ahmad Dhani Prasetyo bertajuk ‘Dewa 2019 All Star Hadapi dengan Senyuman’, rencananya akan di Grand City Convention Center, Surabaya, Minggu 10 Maret 2019. Namun, batal digelar karena masalah izin.

Baca: Alasan izin tak lengkap, Polisi batalkan konser solidaritas untuk Ahmad Dhani

Adapun Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan mengatakan, larangan konser tersebut karena tidak mengantongi surat izin keramaian.

“Konser tidak bisa digelar hari ini. Pihak panitia tidak bisa menunjukkan izin keramaian. Ini murni, karena administrasi perizinan konser yang belum dilengkapi,” kata Rudi di lokasi konser.

Baca: Hakim pose dua jari, Fadli Zon: Nggak usah baper

Dijelaskan Rudi, panitia hanya menunjukkan izin kampanye dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Memang, calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, awalnya dijadwalkan akan hadir di konser tersebut.

“Kampanye sama konser beda. Kampanye itu ke Bawaslu, ini konser kan,” ujarnya.***[VIVA]

Komentar