Thu 15 Rabi Al Thani 1441 H, 12 December 2019
Home / Nasional / Diberhentikan jadi anggota DPD RI, Maimanah Umar minta maaf pada masyarakat Riau

Diberhentikan jadi anggota DPD RI, Maimanah Umar minta maaf pada masyarakat Riau

Anggota DPD RI asal Riau, Maimanah Umar.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Riau, Maimanah Umar, mendapat surat pemberhentian karena dianggap tidak bisa lagi menjalankan tugas-tugas sebagai anggota dewan.

Putri Maimanah Umar, Maryenik Yanda kepada media mengatakan bahwa ibundanya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Riau, atas kejadian tersebut.

“Bunda menyampaikan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Riau atas hal itu. Kami meminta doanya, agar beliau diberikan selalu kesehatan kedepannya,” harapnya.

Dijelaskan Maryenik, pihaknya telah menerima surat dari pihak Badan Kehormatan DPD RI terkait pemberhentian sementara anggota DPD RI.

Maryenik mengatakan, ibundanya dalam kondisi yang kurang sehat ketika sejumlah rapat dilaksanakan di BK DPD RI.

Hal ini berimbas Maimanah Umar tidak bisa menghadiri rapat hingga diberikan sanksi pemberhentian sementara tersebut.

“Bunda (Maimanah) sudah sampaikan, bahwa beliau tidak bisa hadir setiap saat dilaksanakan rapat tersebut. Akhirnya beliau memang sakit dan tidak bisa ikut sejumlah rapat,” kata Maryenik yang juga merupakan Calon Anggota DPRD Riau Dapil Pekanbaru ini.

Ketika pihak Sekolah Masmur milik Maimanah Umar di Jalan Ahmad Dahlan mengundang Ustaz Abdul Somad (UAS), Maimanah tetap memaksakan diri hadir karena ingin bertemu UAS.

“Saat kami mengundang UAS bulan Mei 2018 lalu, Bunda sebenarnya sedang tidak sehat, tapi beliau paksakan datang, sehingga tampak sakit ketika itu. Akhirnya beliau dirawat di Awal Bros dua kali, dan juga dibawa ke Malaka,” imbuhnya tanpa menyebutkan penyakit ibunya.

Sementara itu, putri bungsu Maimanah Umar, Misharti. mengatakan ibundanya merasa kondisi masih lemah dan tidak bisa menjalankan tugas.

Ibundanya yang saat ini berusia 81 tahun kemudian berencana mengundurkan diri dari Badan Kehormatan DPD RI pada tanggal 13 Desember lalu, saat pihak BK mengadakan rapat di Bandung.

“Bunda juga tidak bisa hadir saat rapat di Bandung, kami rencananya mau menyampaikan langsung, untuk rencana pengunduran diri Bunda dari BK, tapi tidak ketemu dengan Ketua BK, Pak Mervin S Komber ketika rapat di Bandung, dari 13 sampai 15 Desember 2018 lalu,” jelas Misharti yang juga merupakan Calon Anggota DPD RI yang akan melanjutkan perjuangan ibunya ini.

“Ketidakhadiran Bunda bukan karena ketidakmauan Bunda mengikuti setiap persidangan yang diadakan, tapi memang karena kondisi Bunda yang sudah sepuh yang tidak bisa dipaksakan,” tambahnya.***

Sumber: Tribunnews

Komentar