Rab 17 Safar 1441 H, 16 Oktober 2019
Home / Nasional / BPN tak umbar bukti kecurangan Pilpres sekarang, ini alasannya

BPN tak umbar bukti kecurangan Pilpres sekarang, ini alasannya

Denny Indrayana.

Jakarta (RiauNews.com) – Salah satu tim kuasa hukum BPN Prabowo-Sandi, Denny Indrayana belum mau menyampaikan argumentasi bukti-bukti kecurangan ke publik saat ini, lantaran masih harus menunggu persidangan. Pada 14 Juni 2019, baru akan diperiksa berkas.

Maka saat persidangan nanti, pihaknya akan mengutarakan bukti-bukti yang dimiliki itu. Denny mengakui dalam mengumpulkan bukti memang tidak mudah.



“Mencari buktinya tidak mudah iya. Tapi ada dan akan dipaparkan disampaikan dalam persidangan,” kata Denny dalam diskusi Polemik Sindo di Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Baca: BPN sudah duga laporan mereka ke Bawaslu dan Polisi bakal ditolak

Soal bukti-bukti di Bawaslu yang sempat ditolak, ia tidak menampik itu. Sebab, walau ditolak tetapi bisa menjadi bukti petunjuk.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya ingin MK tidak hanya mahkamah kalkulator. Bukan sekedar persoalan selisih puluhan juta suara. Tetapi persoalan keadilan dan kejujuran.

Pihaknya tidak ingin membeberkan bukti terlebih dahulu, agar saksi-saksi dan bukti ini bisa terjaga. Ia mencontohkan misalnya ASN yang tidak netral. Maka kalau disampaikan sekarang, saksi itu akan kesulitan.

Baca: BPN tegaskan tolak hasil Pilpres yang ditetapkan KPU

“Jadi kalau ada yang mengatakan ketidaknetralan oknum aparat maka kalau itu dipaparkan sekarang sudah mulai kesulitan saksi-saksi itu bergerak. Sulit iya tapi bukan berarti tidak ada,” katanya.

Denny mencontohkan kasus penyidik senior KPK Novel Baswedan. Kasus Novel jelas ada kejahatannya. Karena mata dia sudah rusak. Namun tidak bisa diungkap. “Kenapa tidak ada (bukti) karena ada yang menghilangkan,” katanya.

Komentar