Sel 15 Rabiul awal 1441 H, 12 November 2019
Home / Nasional / Bantah tudingan sebagai agen, Luhut: Investor China mudah diatur

Bantah tudingan sebagai agen, Luhut: Investor China mudah diatur

Luhut Binsar Panjaitan bersama pejabat China. (Foto: cri.cn)

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menjawab tudingan sejumlah pihak yang seringkali menganggapnya sebagai agen China di Indonesia. Ia menyatakan bahwa investor asal Negeri Tirai Bambu tersebut mudah diatur oleh pemerintah.



“Kalau saya ditantang lagi (tentang investasi dari China). China lagi, itu mudah kami suruh apa saja mau. Buat saya itu kan untuk kepentingan nasional,” ucap Luhut, Kamis (12/9/2019).

Luhut bilang tak masalah dengan investor mana, termasuk China, asal mereka membawa keuntungan bagi Indonesia. Lagi pula, siapa pun investornya, pemerintah selalu memberikan aturan yang tegas.

Soal sumber investasi, kata Luhut, ia selalu berdiskusi pula dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia mengaku pemerintah selalu terbuka dengan pihak mana pun yang ingin menanamkan dananya di Indonesia.

“Saya bilang ke Presiden, Pak ini bicara soal national interest, sepanjang national interest bisa diamankan ya tidak peduli dari mana. Kalau orang mau tembak saya biar saja, saya hanya mengabdi,” papar Luhut.

Luhut tak memungkiri bahwa dirinya seringkali dianggap orang kepercayaan China. Sebab, banyak aliran investasi dari negara tersebut beberapa waktu terakhir.

“Saya sering dikritik China terus, Dubes kehormatan China. Yang ngomong asbun (asal bunyi) saja. Kami kan punya rule of thumb (aturan) bagi investor,” jelasnya.

Aturan yang dimaksud, misalnya mendidik tenaga kerja lokal. Di sini, investor diberikan kewajiban untuk menggelar edukasi kepada karyawan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) di dalam negeri.

“Mungkin tahun pertama oke pakai tenaga kerja asing dulu, tapi saya minta investor untuk dirikan politeknik,” kata Luhut.

Syarat lainnya, investor harus mengedepankan bisnis yang ramah lingkungan. Mereka juga harus memastikan bahwa pembangunan bisnisnya bisa berkelanjutan (sustainable).

Lalu, syarat lainnya adalah investor harus melakukan transfer teknologi dan memberikan nilai tambah bagi industri secara keseluruhan. Luhut menyatakan pemerintah akan memberikan prioritas bagi investor yang berniat mengolah sumber daya alam mineral di dalam negeri. ***

Komentar