25 Agustus 2019
Home / Nasional / Ayah Farhan minta Jokowi cs tanggung jawab atas kematian anaknya

Ayah Farhan minta Jokowi cs tanggung jawab atas kematian anaknya

Orang tua Farhan Syafero, korban tewas saat melakukan penjagaan di rumah Habib Rizieq Shihab. (Foto: Viva)

Depok (RiauNews.com) – Suasana duka tampak menyelimuti kediaman keluarga besar Farhan Syafero, salah satu korban yang tewas akibat kerusuhan di Petamburan, Jakarta Pusat. Farhan diduga kuat meregang nyawa akibat peluru menembus lehernya pada Rabu (22/5/2019).

Isak tangis keluarga dan beberapa kerabat pun pecah ketika menyambut jenazah Farhan di rumah duka di Jalan Pramuka, RT 3/7 Kampung Rawa Kalong, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat. Syafri Alamsyah, sang ayah mengatakan, Farhan adalah korban dari ketidakadilan. Ia pun berharap, peristiwa ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi warga Indonesia.



“Saya bangga dengan anak saya. Pemerintah pejabat-pejabat harus sadar, ini ada penembakan secara tidak manusiawi seperti ini. Ini artinyakan berarti tidak dilihat sebagai warganya, sebagai rakyat, hanya dilihat sebagai musuh padahal kita demokrasi. Menuntut kebebasan berpendapat, tidak radikal,” katanya sebagaimana dilansir Viva.co.id, Rabu (22/5).

Baca: Dokter sebut Farhan tewas karena tertembak di dada, Polri bantah gunakan senjata api

Syafri menilai pihak yang paling bertanggungjawab atas kejadian ini adalah pemerintah. “Yang paling bertanggungjawab itu pertama Jokowi, kedua Megawati, ketiga Menkopolkam Wiranto, termasuk Moeldoko. Itu jenderal-jenderal kekuasaan lama yang masih ingin menguasai kekayaan duniawi. Saya bangga dengan putra saya, saya bangga. Allahu Akbar.”

Di mata keluarga, Farhan adalah sosok pria yang bertanggung jawab dan sangat rajin beribadah. Ia bahkan rutin mengikuti pengajian di Majelis Nurul Musthofa dan senang bergaul dengan para habaib atau ulama. Peristiwa kematian Farhan baru diketahui keluarga tadi pagi, sekira pukul 05:00 WIB.

Rencananya, Farhan akan dimakamkan tak jauh dari rumah duka di kawasan Cinere, Depok. Farhan, pria 31 tahun itu meninggalkan satu orang istri dan dua anak yang masih sangat kecil.

Baca: Jaga rumah Habib Rizieq, Farhan tewas diterjang peluru

Sementara menurut Syarif Al Idrus, salah kerabat almarhum yang juga saksi kejadian, membantah Farhan tewas saat terlibat aksi unjuk rasa di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta pada Rabu (22/5/2019).

“Kami tidak ikut aksi di Bawaslu. Tetapi kami sedang berjaga di markas besar FPI di Petamburan. Kami menjaga rumah Habib Rizieq,” katanya saat ditemui di rumah duka di Kampung Rawa Kalong, Jalan Pramuka, RT 3/7, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat.

Baca: Massa tuntut Jokowi Mundur

Syarif menjelaskan, dirinya berangkat sekira pukul 12 malam dari Bekasi Timur bersama rombongan sebanyak 20 orang. Mereka menuju markas FPI unfuk menjaga rumah Habib Rizieq. Namun sekira pukul 02.00 WIB terjadi gesekan antara massa dengan aparat.

“Massa dipukul mundur. Aparat masuk ke markas (FPI) dan terjadi baku hantam,” ujarnya.

Syarif mengaku tidak tahu peristiwa awal terjadinya gesekan. Namun yang jelas, kata Syarif banyak terdengar suara tembakan. “Banyak suara tembakan bahkan ada selongsong peluru berjatuhan. Ada sekitar 15 selongsong,” tuturnya.***

Komentar
%d blogger menyukai ini: