Kam 24 Rabiul awal 1441 H, 21 November 2019
Home / Kesehatan / Sering basuh Miss V dengan air sirih, bolehkah?

Sering basuh Miss V dengan air sirih, bolehkah?

(ilustrasi)

Riaunews.com – Organ intim wanita jadi salah satu bagian tubuh yang harus dirawat dengan baik. Tapi, enggak boleh sembarangan, ya. Penting diingat, organ yang satu itu tergolong sensitif dan punya kondisi yang beda dengan anggota tubuh lain.



Banyak wanita yang menganggap cara paling aman untuk membersihkan area kewanitaan atau vagina dengan bahan tradisional.

Nah, salah satu bahan andalan yang sudah dipakai dari zaman baheula adalah daun sirih. Pemakaian air sirih untuk membasuh vagina sudah jadi kebiasaan yang dilakukan turun temurun. Air sirih dianggap bersifat antiseptik yang baik untuk menjaga kebersihan area kewanitaan.

Tapi apakah daun sirih jadi pilihan terbaik untuk membersihkan vagina?

Dikutip Riaunews.com dari laman Viva.co.id, dokter spesialis kulit dan kelamin RS Pondok Indah-Puri Indah, dr. Susie Rendra, Sp.KK., menjelaskan bahwa kulit dan kelamin memiliki pH yang asam. Khusus untuk organ intim wanita, pH tersebut bisa mencapai 3,5.

“Area kelamin ph-nya 3,5. Kalau air rebusan sirih, sifatnya basa. Jadi keduanya berlawanan,” ujar dokter Susie dalam temu media di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis 12 September 2019.

Air rebusan sirih yang bersifat basa, memiliki efek membuat kulit kering. Sehingga, jika dipakai terlalu sering bisa memicu kulit kering. Akibatnya bisa timbul rasa gatal hingga rentan iritasi.

“Membasuh kelamin dengan air sirih kalau sedang keputihan banyak, boleh agar kering jadinya. Tapi kalau keadaan normal enggak dianjurkan karena pH bisa berubah,” tambahnya.

Meski begitu, dokter Susie menekankan perlunya membasuh organ intim wanita dengan air dan sabun. Hal ini untuk mencegah banyaknya bakteri yang rentan menumpuk di area kewanitaan tersebut.

Tapi bukan sembarang sabun yang bisa dipakai untuk membersihkan vagina. “Untuk perempuan, di kelamin banyak lemak dan harus rutin dihilangkan. Wajib disabunin tapi perlu sabun dengan pH asam agar pH di kelamin tetap stabil,” terangnya.***

Komentar