Sel 15 Rabiul awal 1441 H, 12 November 2019
Home / Internasional / Wawancara dengan stasiun tv Australia, Veronica Koman akui dapat ancaman perkosaan dan pembunuhan

Wawancara dengan stasiun tv Australia, Veronica Koman akui dapat ancaman perkosaan dan pembunuhan

Veronica Koman saat wawancara ekslusif dengan stasiun tv Australia SBS. (Foto: Twitter)

Riaunews.com – Aktivis Papua, Veronica Koman, mengritik pemerintah Indonesia yang ibaratnya lebih berusaha membunuh pembawa pesan, ketimbang menuntaskan akar persoalan Papua. Hal itu diungkapkannya dalam wawancara dengan televisi Australia.

Kuasa Hukum Komite Nasional Papua Barat, Veronica Koman, buka suara menyusul penetapan status tersangka oleh Kepolisian RI.



Dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi Australia, SBS, aktivis Papua ini mengungkapkan perubahan status hukum tersebut bukan pengalaman paling pahit selama berkecimpung soal isu Papua.

“Saya mulai mendapat ancaman dibunuh dua tahun lalu. Sekarang hampir setiap hari saya mendapat ancaman pembunuhan atau pemerkosaan secara online,” kata perempuan berusia 31 tahun tersebut dilansir laman DW.de.

“Mereka terus berusaha membunuh si pembawa pesan. Tapi mereka tidak bisa membantah data-data saya, jadi mereka berusaha menghancurkan kredibilitas saya.”

Ancaman tidak hanya diarahkan pada Veronica yang kini menetap di Australia, tetapi juga kepada keluarganya yang masih hidup di tanah air.

“Keluarga saya di Jakarta sudah pindah sejak sebulan ini untuk menghindari intimidasi,” ujarnya dalam wawancara pertama sejak penetapan status tersangka oleh kepolisian RI.

Veronica mulai aktif mengadvokasi Papua sejak pecahnya tragedi Paniai, di mana oknum TNI/Polri diduga membunuh empat warga dan mencederai 17 lainnya.

“Sudah jadi misi pribadi saya untuk mengungkap apapun yang terjadi di Papua,” kata kuasa hukum komnas Papua Barat ini kepada SBS.
Salah satu risiko yang ditanggung Veronica adalah kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia menyusul permintaan Polda Jawa Timur untuk mencabut paspornya.***

Komentar