Sen 22 Safar 1441 H, 21 Oktober 2019
Home / Internasional / Uni Eropa tolak dukung AS beri sanksi ekonomi pada Iran

Uni Eropa tolak dukung AS beri sanksi ekonomi pada Iran


Paris (RiauNews.com) – Tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberikan sanksi ekonomi pada Iran, ternyata tidak mendapat dukungan dari sekutu utamanya, Uni Eropa.

Komisioner Hubungan Ekonomi Uni Eropa Pierre Moscovici mengatakan Uni Eropa menentang keputusan AS, yang memberlakukan kembali sanksi di sektor perminyakan dan perbankan kepada Iran. Sanksi itu diberlakukan mulai hari ini, 5 November 2018 sesuai dengan pernyataan Trump sebelumnya.



“Uni Eropa tidak menyetujuinya,” kata Moscovici, kepada radio Perancis, Franceinfo, Senin (5/11/2018).

Pemerintah AS memutuskan untuk mengembalikan hukum yang diterapkan kepada Iran. Sebelumnya sanksi tersebut dicabut setelah Presiden AS sebelumnya Barack Obama, dengan menandatangani kesepakatan nuklir Iran pada tahun 2015.

Iran sudah menyatakan akan membalas AS atas keputusan mereka tersebut. Kepala komandan Garda Revolusi Iran Mayor Jendral Mohammad Ali Jafari mengatakan Iran akan memberikan perlawanan terhadap sanksi yang diberikan AS. Jafari mengatakan sanksi disektor minyak ini sebagai perang psikologis.

“Amerika meluncurkan perang psikologis dan ekonomi dalam upaya terakhir mereka, tapi plot dan rencana Amerika atas sanksi ini akan dikalahkan melalui perlawanan yang terus dilakukan,” kata Jafari dalam perayaan pengepungan Kedutaan Besar AS pada tahun 1979, di stasiun televisi Iran.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan sanksi Trump ke negaranya akan mendapat tantangan dari berbagai negara di seluruh dunia.

“Dunia menentang setiap keputusan yang dibuat oleh Trump, tujuan Amerika adalah membangun kembali dominasi yang pernah mereka miliki tapi gagal, Amerika telah dikalahkan oleh Republik Islam Iran lebih dari 40 tahun yang lalu,” kata Khamenei.

Khamenei mengatakan AS mencoba mendapatkan dominasi mereka di Iran sebelum 1979. Menurutnya AS telah gagal meraih tujuan mereka tersebut setelah revolusi pada tahun 1979 di mana rakyat Iran mengguling pemerintahan Shah yang didukung AS.

Pada Sabtu (3/11), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji Trump atas sanksi yang diberlakukan kepada musuh bersama mereka. Netanyahu mengatakan sanksi sangat dibutuhkan saat ini. “Terimakasih Presiden Trump, atas pergerakan bersejarah ini, sanksi ini sangat dinantikan,” kata Netanyahu.

Menurut AS, sanksi yang ditujukan untuk sektor minyak dan perbankan adalah untuk mengendalikan pengembangan nuklir dan rudal Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran juga sudah mengeluarkan pernyataan tentang sanksi ini.

“Tidak ada ruang untuk memiliki kekhawatiran. Kami harus menunggu dan melihat bahwa AS tak akan dapat melakukan tindakan apapun terhadap bangsa Iran yang besar dan berani,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi.***

Sumber: Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan