Sab 19 Rabiul awal 1441 H, 16 November 2019
Home / Internasional / Uber hancurkan industri taksi Australia

Uber hancurkan industri taksi Australia

Deretan taksi di bandara Australia yang kini mulai kalah bersaing dengan taksi daring Uber.

Melbourne – (Riaunews.com) – Ratusan penumpang telah mengeluhkan bahwa mereka tidak nyaman dengan para calo yang dengan agresif mencari penumpang di Bandara Tullamarine di Melbourne (Australia).



Namun seorang pengendara mengatakan dia harus melakukan hal tersebut, karena itu satu–satunya cara agar dia bisa mendapat penumpang.

Pihak pengelola bandara terbesar di negara bagian Victoria ini mendesak agar penumpang menghindari para calo tersebut, dengan semakin banyak keluhan para calo tersebut bertindak ‘agresif’ dan ‘berperilaku mengancam.’

Pihak bandara sudah mengusulkan penerapan aturan dimana praktek percaloan akan menjadi tindak kriminal, dan RUU itu sedang diajukan ke parlemen Victoria.

Namun pengemudi taksi mengatakan mereka tidak memiliki pilihan lain.

Salah seorang pengemudi itu Khan Nassar mengatakan mereka hanya berusaha mendapatkan penghasilan tambahan.

Meski Nasser adalah pengemudi taksi resmi dan boleh mengambil penumpang dari tempat yang sudah resmi disediakan, namun mendekati penumpang di dalam terminal kedatangan di bandara adalah melanggar aturan.

Dia mengatakan sekarang itu satu-satunya opsi yang tersedia baginya.

“Uber menghancurkan industri pertaksian, dan kami tidak punya pilihan lain. Itulah sebabnya kami berperilaku seperti calo.” katanya.

Khan Nasser sudah menjadi pengemudi taksi selama tiga tahun, dan mulai menjadi calo juga beberapa bulan lalu.

“Kami tidak punya kerjaan, itulah sebabnya.” katanya.

“Ada antrian panjang untuk mendapatkan penumpang di bandara, dan kemudian dapat penumpang ke Mickleham yang cuma $10 atau $15 (Rp 100 sampai Rp 150 ribu).”

“Kadang sudah kerja selama 10 jam, cuma dapat $100 (sekitar Rp 1 juta). Bagaimana saya bisa menghidupi keluarga.”***

 

ABC News
Komentar