Sab 19 Rabiul awal 1441 H, 16 November 2019
Home / Internasional / Sekolah-sekolah Islam di Inggris tempati rangking tertinggi

Sekolah-sekolah Islam di Inggris tempati rangking tertinggi

Pangeran Charles saat mengunjungi salah satu sekolah Islam khusus perempuan di Inggris.

London (Riaunews.com) – Sekolah-sekolah Islam di Inggris menorehkan prestasi bersejarah dengan menempati rangking tertinggi dan terbaik di Inggris, sebuah prestasi bersejarah yang ditorehkan lembaga Muslim di negara tersebut.



Kementerian Pendidikan Inggris menetapkan 3 sekolah Islam menempati posisi teratas dalam rangking sekolah terbaik. Delapan sekolah Islam lainnya juga berada di deretan 20 sekolah terbaik, Rassd melaporkan, Sabtu (02/10/2019).

Berdasarkan keterangan Kementerian Pendidikan, Tauheedul Islam Girls’s School (TIGHT) di Blackburn menempati rangking satu, disusul Eden Boys’ School di Birmingham yang menduduki rangking ke dua. Sementara posisi ketiga di tempati Aden Girls’s School di Coventry.

Perlu disebutkan bahwa penilaian ini dikeluarkan oleh badan pemerintah yang dikenal dengan standar ilmiah akurat dan objektif untuk mengukur kualitas semua lembaga pendidikan di Inggris.

Kementerian Pendidikan mengatakan bahwa penilaian tersebut diukur dari berbagai aspek dan kriteria, seperti level siswa dalam mata pelajaran yang diberikan, hasil ujian akhir, pengembangan kemampuan siswa di ruang kelas, jumlah siswa yang lulus dari sekolah serta akses mereka untuk mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan pendidikan tinggi.

Sementara itu, Abdul Salam Basu, guru di sebuah sekolah Islam di London yang didirikan oleh Cat Stevens, mengatakan hasil ini merupakan buah yang telah ditanam selama setahun terakhir dimana siswa muslim berhasil menorehkan rangking tertinggi.

“Semua orang bekerja dengan rasa bahwa mereka memiliki tanggung jawab berat untuk mendidik anak-anak Muslim di Inggris,” tambahnya seperti dilansir Aljazera.

Dominasi sekolah Islam sebagai yang terbaik di Inggris menjadi angin segar bagi komunitas muslim. Hal ini juga dapat mengubah stereotip terhadap lembaga-lembaga tersebut serta kurikulum yang diadopsi di dalamnya. ***

 

Suara Palestina
Komentar