Sab 19 Rabiul awal 1441 H, 16 November 2019
Home / Internasional / Jadi mualaf, YouTuber Korea Selatan ini penasaran kenapa Islam haramkan babi dan alkohol

Jadi mualaf, YouTuber Korea Selatan ini penasaran kenapa Islam haramkan babi dan alkohol

Youtuber Korea Selatan Jay Kim atau Daud Kim (kiri), membahas kenapa daging babi dan alkohol diharamkan oleh Agama Islam. (Foto: Youtube)

Seoul (Riaunews.com) – Daging babi dan alkohol dalam ajaran Islam haram untuk dikonsumsi. Karenanya, umat Muslim harus menjauhi keduanya.

Namun, di Korea Selatan di mana daging babi dan alkohol sudah menjadi bagian dari gaya hidup, menjadi seorang Muslim tentu menjadi tantangan tersendiri. Terlebih, bagi mereka yang baru menjadi mualaf.



Seorang YouTuber Korea Selatan bernama Jay Kim memutuskan untuk menjadi mualaf dan kini namanya pun sudah berganti menjadi Daud Kim. Sejak menaruh ketertarikan pada Islam, Kim banyak membahas mengenai seluk beluk Islam termasuk kenapa daging babi dan alkohol diharamkan.

Ia pun membahas masalah ini dengan seorang mualaf Korea yang sudah lama menganut Islam. Pria berjanggut itu bernama Kim Eun Soo dengan nama Arab Karam.

Dalam video yang diunggah Kim di channel YouTubenya, ia memulai pembicaraan dengan pertanyaan kenapa Muslim tidak makan daging babi. Sedangkan di Korea, daging babi dan alkohol sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari konsumsi mereka sehari-hari. Apalagi daging babi juga memiliki harga yang murah.

Karam menjawab dengan menjelaskan terlebih dahulu bahwa sebenarnya daging babi bukanlah budaya makanan yang diwariskan nenek moyang mereka.

“Para nenek moyang kami berpikir negatif tentang daging babi. Ada pepatah Korea yang mengatakan “daging babi musim panas berbahaya’,” ujar Karam dalam video, seperti dilansir Viva.co.id, Kamis (7/11/2019).

Sebabnya, daging babi mudah membusuk dan parasit mudah tumbuh di dalamnya. Itu kenapa orang tidak makan dengan baik daging babi. Jika menelusuri literatur zaman dulu, tidak ada disebutkan tentang daging babi. Tidak juga disebutkan tentang daging babi yang dibakar.

Namun, Karam melanjutkan, dalam 40-50 tahun terakhir daging babi tiba-tiba disuplai dengan sangat banyak. Harganya yang sangat murah membuat banyak yang membuka restoran daging babi.

“Daging babi bukan warisan dari para nenek moyang kita. Ini hanyalah tren dari budaya makanan modern,” lanjut Karam.

Karam pun kemudian menjelaskan alasan Islam melarang daging babi. Pertama, karena kebiasaan babi yang jorok dibanding binatang lainnya. Tidak seperti sapi dan kambing yang makan makanan bersih serta sehat, babi memakan sampah bahkan kotorannya sendiri.

Jika babi diharamkan, kenapa Alla menciptakan babi? Kim melontarkan pertanyaan yang menjadi penasaran banyak orang Korea. Karam menjelaskan, Allah menciptakan babi sebagai bagian dari mata rantai di mana babi berperan untuk membersihkan kotoran makhluk hidup. Jadi, babi diciptakan bukan sebagai makanan.

Sementara mengenai kebiasaan minum alkohol di Korea, Karam mengatakan bahwa kebalikan dari banyak kepercayaan orang Korea, alkohol justru membuat orang berperilaku seperti binatang.

“Mereka mengatakan alkohol bisa membuatmu bicara jujur. Itu budaya yang salah,” kata Karam.

Karam mengatakan, sulit untuk berbicara dengan benar jika kamu dipengaruhi alkohol. Alkohol hanya akan membuatmu membuat kesalahan.

“Saya tidak bisa mengontrol diri saya ketika minum alkohol. Jika saya berbuat salah karena alkohol itu bisa membahayakan orang lain. Untuk mencegah itu, saya harus benar-benar berhenti meminum alkohol,” kata Kim.***

 

Komentar