21 September 2018
Home / Hukum & Kriminal / Pramono Anung dan Puan Maharani bantah terima duit panas KTP-e

Pramono Anung dan Puan Maharani bantah terima duit panas KTP-e

Setya Novanto saat duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Jakarta (RiauNews.com) – Dua pembantu Presiden Joko Widodo yang disebut Setya Novanto ikut menerima uang panas, masing-masing Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, kompak membantah tuduhan tersebut.

Dilansir dari Republika, mendengar namanya disebut Setya Novanto di persidangan, Pramono pun tegas membantah. Menurut Pramono, selama menjabat sebagai Wakil Ketua DPR periode 2009-2014, ia hanya membawahi dan mengkoordinasikan Komisi 4 hingga Komisi 7. Ia menegaskan, sama sekali tak berhubungan dengan Komisi 2 serta Badan Anggaran.



“Kalau ada orang yang memberi, itu logikanya, itu kan berkaitan dengan kewenangan, jabatan, kedudukan. Nah, dalam hal ini saya itu gak pernah ngomong satu kata pun yang berkaitan, berurusan dengan KTP-el,” ujar Pramono Anung di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (22/3).

Ia menyebut, proyek KTP-el merupakan proyek pemerintah dan dianggarkan oleh pemerintah. Pembahasannya pun, kata dia, hanya dilakukan dengan Komisi 2. Pramono pun menjamin, tak ada pimpinan DPR pada waktu itu yang pernah membahas terkait proyek KTP-el.

“Pimpinan DPR termasuk pada waktu itu kan disebut Pak Marzuki ya, sama sekali tidak pernah membahas hal yang berkaitan dengan KTP-el. Silakan cek di DPR sekarang, kan pasti ada notulen, dokumen dan sebagainya. Kita sama sekali tidak pernah membahas,” tegasnya.

Puan Maharani (kiri) dan Pramono Anung disebut Setya Novanto ikut nikmati uang panas korupsi KTP-e.

Karena itu, ia pun mempertanyakan pernyataan Setya Novanto yang menyebut dirinya turut menerima aliran dana proyek KTP-el. “Jadi kalau saya sebagai pimpinan DPR yang katakanlah tidak ada urusannya dengan Komisi 2, tidak ada urusannya dengan Banggar, kenapa saya mesti dikasih? Emangnya saya ini jagoan, wajah yang perlu dikasih,” ujarnya.

Senada dengan Pramono, Puan Maharani pun membantah menerima aliran dana proyek KTP-e sebesar 500 ribu dolar AS, seperti yang disampaikan Setya Novanto dalam sidang di Tipikor, Jakarta, Kamis (22/3) kemarin. Puan menegaskan, pernyataan terdakwa kasus KTP-el itu tidak berdasarkan fakta.

“Saya juga baru mendengar apa yang disampaikan Pak SN (Setya Novanto) kemarin. Apa yang disampaikan beliau itu tidak benar. Tidak ada dasarnya,” ujar Puan di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (23/3).

Menurut Puan, pernyataan Setya harus memiliki dasar fakta hukum yang jelas. Ia menegaskan, pernyataan Setya tidak sesuai dengan fakta. “Ini merupakan masalah hukum, tentu saja harusnya didasarkan pada fakta-fakta hukum yang ada. Bukan katanya, katanya, katanya,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: