Sab 19 Rabiul awal 1441 H, 16 November 2019
Home / Hukum & Kriminal / Polisi pelajari pelaporan Novel Baswedan oleh Dewi Tanjung

Polisi pelajari pelaporan Novel Baswedan oleh Dewi Tanjung

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Jakarta (Riaunews.com) – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah menerima laporan politikus PDIP Dewi Tanjung soal dugaan rekayasa kasus penyidik KPK Novel Baswedan.

Langkah selanjutnya, kata Argo, polisi tengah mempelajari dulu laporan yang dibuat Dewi kemarin petang.



“Laporannya sudah masuk dan kita sedang pelajari, kita lakukan penyelidikan,” ujar Argo ketika dikonfirmasi, Kamis (7/11/2019).

Diberitakan sebelumnya, Dewi melaporkan Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya kemarin. Dalam laporannya, Dewi melaporkan Novel melakukan pelanggaran Pasal 26 ayat (2) juncto Pasal 45 A Ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 A ayat 1 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Laporan ke polisi itu bernomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus itu.

Dewi mengaku sengaja melaporkan Novel ke polisi karena curiga penyiraman air keras yang terjadi pada April 2017 silam itu hanya rekayasa Novel. Dewi menilai banyak yang janggal atas penyiraman air keras terhadap Novel tersebut. Di antaranya Dewi mempermasalahkan soal letak perban Novel yang dililitkan pada bagian kepala dan hidung ketika dirawat di RS Mitra Keluarga, Jakarta Utara.

Mata penyidik KPK Novel Baswedan yang terlihat rusak akibat siraman air keras.

 

“Kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta gitu kan,” ujarnya di Polda Metro Jaya.

Selain itu ia juga mempertanyakan kondisi kulit wajah Novel yang disebutnya masih mulus setelah disiram air keras orang tak dikenal.

“Kesiram air panas aja itu pun akan cacat, apalagi air keras,” tutur Dewi.

Mengenai rekaman video pengawas (CCTV) Dewi menduga insiden itu direkayasa lantaran reaksi Novel ketika disiram air keras kurang terlihat kesakitan.

“Orang kalau sakit itu tersiram air panas [saja] reaksinya tidak berdiri, tapi akan terduduk jatuh terguling-guling,” ujarnya.***

Komentar