Rab 16 Rabiul awal 1441 H, 13 November 2019
Home / Hukum & Kriminal / Penahanannya ditangguhkan, Eggi Sudjana: Terimakasih Pak Prabowo

Penahanannya ditangguhkan, Eggi Sudjana: Terimakasih Pak Prabowo

Eggi Sudjana. (Foto: Okezone)

Jakarta (RiauNews.com) – Eggi Sudjana yang penahanannya ditangguhkan pada Senin (24/6/2019), mengucapkan terima kasih pada Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto yang dinilai sudah menginstruksikan Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad, untuk membantunya menghirup udara bebas.



“Bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillah, segala puji syukur kehadirat Allah, atas izinnya, atas takdirnya, saya bisa keluar dari penjara ini. Untuk itu tak lupa terima kasih kepada Pak Kapolri, Kapolda, Dirkrimum Polda Metro Jaya, dan juga kepada bapak Prabowo yang menginstruksikan Pak Dasco, Hendarsam, dan juga para lawyer ini,” kata dia lagi.

Baca Juga:

Seperti diketahui, Eggi ditahan atas kasus dugaan makar gara-gara mengucapkan kata ‘People Power’ sejak Selasa, 14 Mei 2019, setelah diperiksa selama marathon selama 13 jam mulai dari Senin (13/5).

Kuasa hukum Eggi, Pitra Romadoni Nasution menyebut kliennya telah ditangkap oleh polisi dengan dasar surat penangkapan B/7608/V/RES.1.24/2019/Ditreskrimum. Eggi tidak boleh meninggalkan Polda Metro Jaya selama 1×24 jam sejak hari ini.

“Ditangkap 05.30 WIB,” kata dia di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (14/5).

Sebelumnya, saat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada 26 April 2019, Eggi Sudjana menegaskan People Power yang dikatakannya tak memiliki keterkaitan dengan dugaan tindakan makar.

“Dalam kesempatan ini saya ingin lebih tegaskan dulu bahwa statement yang saya terkait dengan people power harus dipahami oleh masyarakat luas tidak ada kaitannya dengan makar,” kata Eggi sebelum jalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jumat (26/4/2019) lalu.

Dia menjelaskan ucapannya terkait people power tak berkaitan dengan upaya makar atau melawan pemerintahan yang sah. Namun, ia menyinggung people power itu konsekuensi dari dugaan kecurangan pemilu.***

Komentar