Pemprov Riau polisikan suporter PSPS karena dianggap menghina Gubernur

Suporter PSPS Riau melakukan aksi demonstrasi meminta perhatian pemerintah provinsi untuk ikut memperhatikan tim sepakbola kebanggaan Riau tersebut.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Aksi demo suporter PSPS Riau yang menyebut nama binatang terhadap Gubernur Riau, Syamsuar berbuntut panjang. Pemprov Riau melaporkan pimpinan kelompok suporter tersebut ke Polda Riau.

“Benar tadi siang pukul 13.00 kita membuat pengaduan ke Polda Riau terkait penghinaan suporter PSPS terhadap Gubernur Riau. Awalnya kita mengadukan ke Dit Reskrimsus, namun disarankan untuk mengadu ke Dit Reskrimum, dan sudah kita buat pengaduannya,” kata Kasubag Litigasi Biro Hukum Pemprov Riau, Yan Dharma dilansir Detikcom, Selasa (25/6/2019).



Yan menjelaskan, pihaknya melaporkan peristiwa tersebut karena dinilai tidak sepantasnya para pendukung suporter PSPS Riau meneriakkan yel-yel yang dianggap menghina Gubernur Riau. Pihak yang dilaporkan Pemprov Riau ini adalah Dolly San Dacvid.

Baca Juga:

Dolly merupakan pimpinan kelompok pendukung PSPS bernama Curva Nord. Yan menyebut Curva Nord merupakan kelompok yang meneriakkan yel-yel berbau penghinaan terhadap Syamsuar pada pertandingan PSPS vs PSMS Medan di Stadion Kaharudin Nasution pada Sabtu (22/6) lalu.

“Kita kan tidak mungkin semua suporter yang diadukan. Tapi tentunya mengerucut ke bagian hulunya, atau pemimpin koordinatornya bernama Dolly San Dacvid. Dialah orang yang kita duga memprovokasi ungkapan penghinaan itu, yang mendahului menyebut gubernur A, gubernur A,” ujar Yan.

Menurut Yan, kalimat yang tidak baik dan tidak etis tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana penghinaan kepada Gubernur Riau berdasarkan Pasal 315 KUHP. Lagi pula, sambung dia, aksi demo yang tujukan kepada pemimpin Riau itu dianggap salah alamat.

“Itu kan sebetulnya salah alamat. Dalam hal itu (PSPS) kan sudah badan hukum (PT). Jadi tidak bisa lagi intervensi dari Pemprov Riau,” jelasnya.

Pemicu lainnya suporter bertindak menghina tersebut, sambung Yan, adanya pengunduran diri para pengurus PT PSPS Riau.

“Dalam pengunduran diri itu, diserahkan ke Pemprov, itulah pemicunya. Secara administrasi itu kan sudah salah alamat,” tutup Yan.***

Komentar
%d blogger menyukai ini: