Sel 16 Safar 1441 H, 15 Oktober 2019
Home / Hukum & Kriminal / OTT pejabat AP II dan INTI, cermin oligarki buruk penguasa BUMN

OTT pejabat AP II dan INTI, cermin oligarki buruk penguasa BUMN

(ilustrasi OTT KPK)

Jakarta (RiauNews.com) – Sinergi BUMN Institute memberi komentar atas terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Direktur Keuangan PT. Angkasa Pura II (Persero) Andra Y. Agussalam. Menurut mereka penangkapan itu merupakan deretan kejadian perilaku korup yang melibatkan elit BUMN.



Apalagi OTT terhadap Direktur Keuangan PT. Angkasa Pura II terjadi setelah sebelumnya sejumlah direksi BUMN tertangkap tangan maupun dinyatakan sebagai tersangka oleh KPK / Kejaksaan dalam perkara tindak pidana korupsi.

Direktur Eksekutif Sinergi BUMN Institute Achmad Yunus mengatakan, sudah sejak tahun 2014 Sinergi BUMN Institute bersama Federasi SP Sinergi BUMN menyerukan agar dilakukan evaluasi terhadap sistem rekruitmen Direksi BUMN. Pola rekruitmen saat ini dinilai kurang tepat dan sekedar memenuhi formalitas prosedur rekruitmen karena seluruh tahapan dilakukan dengan tertutup, tidak transparan kepada publik bahkan kepada karyawan BUMN tersebut.

Menurut Achmad Yasin, fenomena banyaknya Direksi BUMN yang hanya bertukar posisi dari sebelumnya sebagai Direksi di sebuah BUMN A kemudian bergeser menjadi Direksi di BUMN B yang core bussiness-nya jauh berbeda berpotensi membentuk oligarki penguasa BUMN, oligarki tersebut akhirnya menjelma menjadi jejaring oknum yang ingin menghancurkan BUMN dengan kebijakan-kebijakan yang hanya menguntungkan kelompok tertentu.

“Fenomena bertukar posisi Direksi BUMN dan penempatan direksi BUMN dengan waktu yang singkat menyebabkan ownership (rasa memiliki) mereka terhadap BUMN rendah. Kebijakan yang dibuat cenderung hanya untuk mempercantik portofolio pribadi mereka sehingga mereka akan terorbit untuk naik kelas menempati posisi direksi BUMN yang lebih “basah”, akhirnya BUMN dan karyawan menjadi korban, kebijakan-kebijakan mereka hanya akan menjadi bom waktu bagi BUMN tersebut,” ujar Achmad Yunus melalui rilis dan dilansir Vivanews pada Kamis (1/8/2019).

Ia menambahkan, sinergi BUMN yang merupakan konsep pengembangan BUMN yang tengah diujicobakan saat ini harus tercoreng akibat perilaku tidak terpuji yang dilakukan Direktur Keuangan PT. Angkasa Pura II (Persero) ini. Insan BUMN harusnya menjawab kritik terhadap konsep sinergi BUMN yang dianggap bertentangan dengan prinsip persaingan usaha yang sehat dengan menjadikan sinergi antar BUMN sebagai poros kekuatan baru dalam menggerakkan ekonomi bangsa.

“Namun hari ini kita saksikan mereka mengotori semangat sinergi BUMN dengan perilaku culas dan korup,” ujarnya dengan tegas.

BUMN memiliki stok pekerja (karyawan karir) yang berkualitas dan pantas memimpin BUMN sehingga kepemimpinan BUMN seharusnya tidak pada itu-itu saja, oleh karenanya kami mendesak agar Kementerian BUMN dapat melakukan regenerasi kepemimpinan BUMN dengan memberikan kesempatan yang sama antara Calon dari karyawan karir dan dari luar BUMN tersebut (termasuk bekas pejabat eselon
Kementerian/Lembaga Negara).

Achmad Yunus meminta agar peningkatan profesionalisme BUMN harus dengan serius dilakukan, sebab posisi Direksi BUMN bukan untuk coba-coba, dan Direksi BUMN harus diisi oleh orang-orang yang memiliki pengalaman dalam mengelola perusahaan, oleh karenanya perlu standar kompetensi yang jelas sebagai persyaratan seorang calon Direksi/Komisaris BUMN sehingga prerogratif untuk memilih Direksi/Komisaris BUMN ini tidak disalah gunakan oleh kekuatan tertentu yang sedang berkuasa.

Komentar