14 Desember 2018
Home / Hukum & Kriminal / Kurir sabu simpan sabu di sasis mobil, pengiriman ketiga berhasil digagalkan

Kurir sabu simpan sabu di sasis mobil, pengiriman ketiga berhasil digagalkan

Bagian mobil Ertiga yang dimodifikasi untuk penyimpanan narkoba. (Kredit: Humas Polda Riau)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Para petugas kepolisian tampaknya harus makin teliti dalam menggeledah mobil yang dicurigai digunakan sebagai alat transportasi bagi para kurir narkoba untuk mengantarkan barangnya. Sebab jaringan barang haram tersebut juga makin cerdik dalam menyembunyikan paket kirimannya.

Seperti yang baru ini diungkap jajaran Ditresnarkoba Polda Riau, setelah berhasil menggagalkan pengiriman 29 kilogram sabu-sabu dan 41.000 butir pil ekstasi tujuan Jakarta. Mereka berhasil menggagalkan upaya pengiriman seorang kurir dengan menggunakan mobil yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menyulitkan aparat dalam melakukan pencarian.



“Pelaku tidak lagi menyimpan (narkoba) di dalam mobil namun di luar, di bagian bawah mesin (sasis),” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Haryono, dalam acara press release di Pekanbaru, Kamis (24/5/2018).

Dia menjelaskan, seluruh barang bukti bernilai puluhan miliar rupiah tersebut disimpan tersangka berinisial SS (44) pada bagian sasis mobil jenis Ertiga yang dikendarai tersangka. Di mana pada bagian itu, terdapat tiga kotak besi yang sengaja dimodifikasi oleh tersangka untuk menyimpan narkoba.

“Ini modus baru dan yang pertama kita temukan,” ungkap Haryono.

Bahkan, Haryono sempat bercerita bahwa anggotanya yang dipimpin oleh Wadirnarkoba AKBP Andri Sudarmadi pada saat melakukan penggerebekan di jalan lintas timur, Kabupaten Indragiri Hilir pada 9 Mei 2018 silam, sempat kesulitan menemukan barang bukti narkoba itu.

Padahal, dia menjelaskan bahwa mobil Ertiga dan tersangka SS merupakan target utama yang telah diintai selama beberapa pekan lamanya.

“Waktu anggota nelpon bahwa tidak menemukan sabu-sabu, saya minta mereka coba periksa seluruh mobil, termasuk bagian bawah. Dan benar ditemukan di sana semuanya. 29 kilo (sabu-sabu) dan ekstasi,” urainya.

Lebih jauh, Haryono menuturkan dari hasil pemeriksaan, SS yang merupakan seorang kurir itu mengaku telah dua kali lolos mengirimkan sabu-sabu dengan rute Riau-Jakarta menggunakan mobil yang sama. Pada pengiriman pertama, tersangka membawa 5 kilogram sabu-sabu dengan upah Rp80 juta.

“Pengiriman kedua itu 10 kilogram sabu-sabu dengan upah R150 juta. Untuk yang ketiga ini berhasil kita gagalkan,” tuturnya. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: