Sab 10 Rabiul akhir 1441 H, 7 Desember 2019
Home / Hukum & Kriminal / Gerak cepat, polisi ringkus perekam video SPBU hina Jokowi

Gerak cepat, polisi ringkus perekam video SPBU hina Jokowi

Capres nomor urut 01 Joko Widodo dianggap mempermalukan Indonesia di mata Rusia atas pernyataannya “Propaganda Rusia”.

Medan (RiauNews.com) – Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Belawan meringkus IPT (20) pelaku penyebaran video penghinaan Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada running text (teks berjalan) di papan totem Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pasar III Marelan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Medan.

“Tersangka diringkus di rumahnya di Kampung Belawan. Turut diamankan bersama tersangka barang bukti berupa satu unit laptop,” kata Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis, Senin (27/5/2019).



IPT merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Medan. Kemudian ia menyebarkannya di media sosial.

Baca: Viral, LED SPBU di Medan hina Jokowi dan Megawati

“Baru seorang tersangka penyebar video ditangkap. Sedangkan pelaku pembuat running teks penghina kepala negara masih terus diburu,” ujarnya.

Dia mengatakan IPT diduga kuat sebagai penyebar video running text SPBU Marelan. Penangkapan tersangka dilakukan setelah polisi memeriksa sembilan orang saksi.

“Berdasarkan keterangan dari sembilan orang saksi yang sebelumnya kita periksa, kita melakukan pengembangan dan menangkap pelaku saat berada di rumahnya,” ujar dia.

Baca: Hina Prabowo-Sandi, Glenn Fredly dihujat netizen

IPT mengaku awalnya dia sedang nongkrong di seputaran SPBU Pasar 3 Marelan. Namun ia melihat running text pada papan totem berganti dengan tulisan hinaan kepada Presiden Jokowi.

“Tersangka merekam running text tersebut dan menyebarkannya melalui media sosial seperti Youtube, Facebook, WhatsApp dan Instagram serta sempat membuat heboh warga sekitar Medan Utara,” ujarnya.

Baca: Erin Taulany resmi dipolisikan karena dianggap menghina Prabowo

Atas perbuatannya tersangka dijerat melanggar Pasal 45 ayat 3 UU ITE jo pasal 207 KUHP dengan ancaman hukuman penjara empat tahun penjara. “Tersangka untuk sementara ditahan di sel Mapolsek Medan Labuhan,” kata dia.***[CNN]

Komentar