22 Agustus 2018
Home / Hukum & Kriminal / Geger, penemuan bayi masih berari-ari di belakang asrama mahasiswa Unsri

Geger, penemuan bayi masih berari-ari di belakang asrama mahasiswa Unsri

Bayi yang dibuang oleh ibunya sendiri, seorang mahasiswi Unsri, di belakang asrama mahasiswa. (Kredit: Kompas)

Palembang (RiauNews.com) – Suasana hening di lingkungan asrama mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya pada Kamis (29/3/2018) pagi, mendadak menjadi heboh setelah sesosok bayi laki-laki yang masih ada ari-arinya ditemukan mahasiswi yang sedang joging.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad mengatakan, dari hasil penyelidikan dan keterangan sejumlah orang, ternyata orangtua bayi tersebut adalah seorang mahasiswi Unsri berinisial BW yang berasal dari Papua.



“Menurut informasi, Ibu bayi itu berinisial BW. Kini dia sudah diamankan dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk mendapat perawatan. Sebab, setelah melahirkan, si ibu mengalami trauma dan lemas,” ucap AKBP Gazali yang dikutip Riaunews.com dari Kompas.

Gazali menambahkan, setelah ibunya sehat baru akan dilakukan pemeriksaan terkait motif meninggalkan bayinya tersebut. Polisi juga akan mengupayakan mendatangkan pria yang menjadi ayah si bayi yang saat ini menurut keterangan BW dan temannya berada di Surabaya.

“Untuk motifnya masih akan kami dalami dengan meminta keterangan ibu bayi yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Kami juga akan mengupayakan mendatangkan ayah bayi yang berada di Surabaya,” ujar Gazali.

Sementara dari cerita Nadila, mahasiswi yang pertama kali menemukan bayi tersebut, pagi itu dirinya bersama teman-teman melakukan olahraga lari pagi di sekitaran kampus yang terletak di Jalan Lintas Tengah Palembang-Prabumulih Kilometer 32, Kelurahan Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, tersebut.

Saat berada di dekat lokasi bayi itu ditemukan, tiba-tiba terdengar tangisan bayi dari arah semak-semak di dekat kompleks asrama mahasiswa.

“Kami sempat kaget saat mendengar suara tangisan bayi. Saya bersama teman lalu memberanikan diri melihat, memeriksa asal suara, dan ternyata ada sesosok bayi yang masih terikat ari-ari,” ucap Nadila.

Bayi itu lalu diangkat dan dibawa ke asrama mahasiswa tempat ia tinggal untuk selanjutnya diserahkan ke ibu asrama.

Bahkan Nadila sempat diminta memberikan nama kepada bayi tersebut oleh beberapa mahasiswa rekan dari ibu bayi itu. Dia lalu memberinya nama Bilal.

Untuk sementara, bayi malang dengan panjang 46 cm dan berat 2,6 kilogram itu masih dirawat di klinik kesehatan hingga kondisinya benar-benar pulih.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: