22 September 2018
Home / Hukum & Kriminal / Bak preman, oknum Pemuda Pancasila keroyok prajurit TNI AU yang berjualan

Bak preman, oknum Pemuda Pancasila keroyok prajurit TNI AU yang berjualan

(ilustrasi: baju Pemuda Pancasila)

Bekasi (RiauNews.com) – Dua prajurit Tentara Nasional Indonesia dari Angkatan Udara, yakni Praka Ade Septiyanto dan temannya Praka Hendrik, menderita luka-luka akibat dikeroyok 15 anggota Pemuda Pancasila (PP) saat berjualan durian di Kota Bekasi.

Tak hanya dipukuli dengan tangan kosong, para oknum anggota PP yang berulah layaknya preman itu juga menghajar kedua prajurit TNI AU dengan buah durian.



Dikutip dari laman Viva, kasus ini terjadi pada Kamis dinihari, 22 Maret 2018. Dari hasil penyelidikan petugas kepolisian, semua berawal dari Praka Ade, yang sedang mencari nafkah dengan menjual buah durian di depan pusat perbelanjaan Giant, Jati Kramat, Jatiasih, Kota Bekasi.

Saat itu, Praka Ade yang mengenakan pakaian sipil sedang menunggu pembeli di dalam lapak durian miliknya. Tiba-tiba saja, sebanyak 15 anggota PP datang menghampirinya. Tanpa ba-bi-bu kelompok ormas yang berseragam loreng oranye-hitam ini memalak Praka Ade. Mereka meminta sembilan buah durian tanpa harus membayar.

Karena tak terima dengan perlakuan kasar itu, Praka Ade menolak permintaan mereka. Karena tak terima dengan penolakan itu, belasan anggota ormas itu lalu menghajar Praka Ade.

Meski seorang diri, Praka Ade berusaha membela diri dan melakukan perlawanan. Saat kondisi semakin tak menentu, seorang teman Praka Ade bernama Praka Hendrik, tiba di lokasi dan langsung melerai.

Tapi, anggota PP justru semakin marah dan malah menyerang Praka Hendrik. Kedua prajurit TNI AU itu akhirnya dipukuli beramai-ramai. Bahkan, kelompok itu mengambil buah durian dan menghantamkan buah berduri itu ke wajah dan kepala Praka Ade dan Praka Hendrik. Setelah kedua korban terluka, pelaku langsung kabur.

Menurut Kepala Polres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, petugas sudah menangkap satu dari 15 pelaku. Orang yang ditangkap itu bernama Aldi Pratama.

Dalam penyelidikan diketahui, pria berusia 21 tahun itu merupakan orang yang pertama kali menyerang Praka Ade, dia juga adalah orang yang menghantamkan durian ke wajah dan kepala kedua korban.

Sementara, 14 pelaku lainnya masih diburu dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO.

Indarto mengatakan, dalam mengusut kasus ini, polisi tak seorang diri, polisi juga dibantu POM TNI dan Pemuda Pancasila.

“Pelaku yang buron sudah kita DPO kan dan kita juga dibantu oleh Pom AU dan PP,” ujar Indarto, Selasa (3/4/2018).

Sejauh ini kata Indarto, ormas PP dan TNI telah melakukan musyawarah, dan keduanya bersekapat untuk menyelesaikan kasus ini dengan jalan damai. Hanya saja, kasus kekerasan terhadap Praka Ade dan Praka Hendrik tetap berjalan. Dan polisi akan memburu seluruh pelaku untuk memproses mereka dengan hukum yang berlaku.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: