21 Agustus 2018
Home / Hiburan / Entertainment / Digdaya internet menambah daftar media cetak yang gulung tikar

Digdaya internet menambah daftar media cetak yang gulung tikar

Sejumlah media cetak yang tutup.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Berakhirnya kiprah majalah musik Rolling Stone Indonesia di awal tahun 2018 ini menambah deretan panjang media cetah Tanah Air yang terpaksa gulung tikar.

Sepanjang 2017, ada beberapa media, umumnya media cetak yang mengambil lisensi dari luar negeri, juga pamit kepada pembacanya. Dari otomotif, ada Autocar dan Autobild, dua majalah asal luar negeri itu tidak lagi terbit dalam versi Indonesia. Disusul oleh majalah pria dewasa Esquire dan For Him Magazine atau FHM.

Selain itu, ada juga majalah remaja HAI, Koran Sinar Harapan, Tabloid Soccer, Harian Bola, Jakarta Globe, majalah CHIP, T3, What Hi Fi dan sederet media cetak lainnya yang tak lagi menyapa penggemarnya.



Pada umumnya, alasan mengakhiri edisi cetak karena terus merosotnya penjualan, karena masyarakat lebih memilih informasi lewat internet yang tentunya lebih cepat, dan murah.

Sebelum Rolling Stone benar-benar pamitan, dua petingginya Adib Hidayat dan Wendi Putranto sudah lebih dulu menyampaikan kabar. Melalui akun media sosialnya bertanggal 29 Desember 2017, Adib dan Wendi menyampaikan, hari itu adalah hari terakhir mereka bekerja di Rolling Stone Indonesia. Keduanya menyampaikan terima kasih atas perjalanan bersama Rolling Stone Indonesia selama 12 tahun.

Majalah Rolling Stone Indonesia mulai beroperasi pada Mei 2005, dan menjadi yang pertama di benua Asia. Legenda musik Reggae, Bob Marley, menjadi sampul depan yang menandai debut perdana Rolling Stone Indonesia. Situsnya mulai dioperasikan beberapa bulan kemudian.

Di negara asalnya, majalah Rolling Stone diterbitkan di San Fransisco pada bulan November tahun 1967. Majalah ini didedikasikan untuk film, musik, politik dan budaya populer. Pendirinya adalah Jann S Werner, yang masih terus menjadi penerbit dan editornya hingga sekarang.

Penulisan Rolling Stone sengaja tak menggunakan huruf S, di bagian akhir, agar publik tak tertukar dengan kelompok band legendaris The Rolling Stones yang dipimpin pria berbibir dower namun bersuara emas, Mick Jagger.

Edisi terakhir majalah tersebut di Indonesia, yaitu edisi ke 152, terbit pada Desember 2017. Kepada kantor berita Antara, Eddi Soebari selaku Ketua a&e Media mengakui, industri media yang tengah mengalami perubahan begitu cepat menyebabkan kelesuan pada sisi usahanya secara keseluruhan.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: