Sab 22 Muharram 1441 H, 21 September 2019
Home / Featured / Tips & Trik / Ternyata mengisi BBM full tank ternyata tak dianjurkan

Ternyata mengisi BBM full tank ternyata tak dianjurkan

(ilustrasi)

Riaunews.com – Mengisi bahan bakar kendaraan merupakan salah satu kegiatan wajib yang dilakukan para pemilik kendaraan. Sebagian dari mereka memilih mengisi penuh alias full tank kendaraannya. Alasannya beragam, mulai dari sekaligus tenang tanpa perlu mengisi lagi, hingga alasan kesehatan kendaraan.



Namun ternyata, fakta menyebutkan kalau mengisi bahan bakar kendaraan secara full tank rupanya adalah tindakan yang tak dibenarkan.

Seperti dikutip dari situs resmi Daihatsu, Jumat (13/9/2019), efek buruk mengisi bensin kendaraan sampai luber alias full tank justru mengurangi tekanan yang dihasilkan bahan bakar saat ada di dalam tangki.

Bila seluruh ruang tangki dipenuhi dengan bensin, maka gas yang timbul dari hasil ekspansi bahan bakar akan keluar dari tangki melalui selang, sehingga bahan bakar terbuang percuma. Dengan itu tangki bensin butuh ruang agar bensin bisa mengembang alias tidak mengendap.

Artinya kalau kita mengisi bensin secara penuh dan tidak menyisakan ruang maka gas yang timbul akan keluar melalui selang dan membuang bahan bakar secara percuma.

Jadi, setiap bensin yang mengucur dari selang pengisian bisa terhisap balik ke tangki SPBU. Hal ini lantaran mesin pengisian bahan bakar sudah canggih, yakni dilengkapi dengan penghisap uap bensin. Saat selang pengisian mendeteksi bensin yang diisikan sudah penuh, maka penghisap secara otomatis menyedot uap bensin yang keluar dari lubang pengisian kendaraan.

Mengisi bensin terlalu penuh juga mengganggu kesehatan. Setiap bensin yang tumpah atau menguap menjadi faktor penyumbang polusi udara. Dalam pengisiannya, disarankan untuk berhenti setelah muncul bunyi “plop” pertama dari mesin pengisi. Saat isi bensin biarkan tetap ada ruang antara bensin dan leher tangki.***

Komentar
%d blogger menyukai ini: