Home / Featured / Ternyata CEO Google saat ini tak tahu apa itu Gmail saat wawancara kerja

Ternyata CEO Google saat ini tak tahu apa itu Gmail saat wawancara kerja

CEO Google Inc., sundar Pichai. (Kredit: Time.com)

RiauNews.com – Apakah anda seorang yang baru saja lulus pendidikan dan sedang berusaha mencari kerja? Jika ya, maka tips yang diberikan oleh CEO Google Sundar Pichai, ketika calon karyawan diwawancarai oleh pihak perusahaan.

Wawancara kerja menjadi salah satu tahapan menentukan dalam proses rekrutmen pegawai. Jawaban yang mengesankan menjadi sebuah keharusan agar Anda tampak menonjol.

Namun, bagaimana jika Anda tidak mengetahui jawaban dari sebuah pertanyaan pewawancara? Pichai, pernah mengalaminya saat dia melamar pekerjaan di Google pada 2004 silam.

Saat itu, Pichai ditanya pendapatnya mengenai Gmail. Padahal, di hari dia wawancara, layanan tersebut baru saja diluncurkan. “Saya menjawab saat itu jujur bahwa tidak mengetahuinya,” ujarnya.

Berkat jawaban jujur tersebut, Pichai justru mampu menjelaskan pendapatnya secara impresif setelahnya. Hingga pada akhirnya dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Berdasarkan pengalamannya itu, menurutnya, ada 3 sikap yang dapat memudahkan Anda dalam proses wawancara kerja.

Pichai mengatakan lebih baik jujur tidak mengetahui akan sesuatu dibanding menjawab namun berpotensi keliru. Membual dinilai tidak akan membantu dibanding menjawab jujur tidak tahu.

Penelitian juga mengungkapkan kerendahan hati mengakui ketidaktahuan membuat seseorang menjadi pembelajar yang baik.

Hal ini juga diakui oleh mantan wakil presiden Google, Laszlo Bock. Di mana, aspek kerendahan hati merupakan nilai tertinggi yang dicarinya dalam setiap calon pekerja.

Pichai menyarankan jika menemukan sebuah pertanyaan sulit saat wawancara tetaplah tenang dan pikirkan baik-baik sebelum menjawab.

Pichai mengatakan, dibanding hanya menjawab singkat dengan ‘saya tidak tahu’, lebih baik jika menjelaskan mengapa Anda tidak tahu. Dengan melakukan itu, Anda menunjukkan keinginan untuk mencari tahu yang menjadi aspek paling diinginkan oleh pemberi kerja.

Dia menceritakan, saat dirinya menjawab tidak tahu, menunjukkan keinginan untuk belajar. Hingga pewawancaranya memutuskan untuk mengajarinya tentang Gmail.

Pichai menceritakan, setelah menyatakan dia tidak tahu, dirinya menambahkan jawaban apa yang dia tahu. Dengan melihat sekilas Gmail memberinya pemahaman akan produk tersebut.

Dengan begitu, dia bisa menjelaskan mengapa dirinya bisa sukses di Google kelak.

Kesimpulannya adalah bahwa memberikan jawaban yang jujur memberi Anda kesempatan untuk menunjukkan apa yang Anda ketahui.***

Sumber: Merdeka

Komentar
%d blogger menyukai ini: