Sab 22 Muharram 1441 H, 21 September 2019
Home / Featured / Menjalin cinta menurut Islam

Menjalin cinta menurut Islam

(Kredit: instagram/@nurpalahdee)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Cinta dan kasih sayang terhadap lawan jenis adalah fitrah bagi manusia yang sudah dikarunikan oleh sang maha pencipta, Allah. Jadi tak mengherankan jika ada seorang pria tertarik dengan wanita, dan sebaliknya.

Namun Islam sudah mengatur agar hasrat tersebut disalurkan lewat jalur yang benar, yang lebih menjaga kehormatan dan kemanusiaan, yakni pernikahan. Bukan pergaulan atau pacaran bebas, seperti yang digembar-gemborkan masyarakat Barat melalui perayaan Hari Valentine yang “ditetapkan” setiap tanggal 14 Februari.

Beberapa waktu lalau, Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dalam kajian Dialog Lepas Isya'(D’Lisya) menghadirkan Ustaz Abu Fida mengupas bagaimana Islam mengajarkan tentang menjalin hubungan asmara.Jamaah kajian dengan tema Dilan (da) Cinta 1402.

Ustaz Abu Fida

 

Ustaz Abu mengatakan, umat Islam harus peka terhadap setiap perayaan yang dilakukannya. Sebab, jika tidak memahami asal- usulnya maka akan sangat berbahaya kepada keimanan dan dapat menjauhkan dari ajaran agama.

“Jangan-jangan kita ditarik subjek tertentu, tak terasa jadi objek. Kita sebagai Islam harus peka perayaan apa ini (Valentine),” ujar Ustaz Abu, sebagaimana dikutip oleh Republika.

Ustaz Abu mengungkapkan, ada banyak cara kelompok di luar Islam ingin merusak keimanan. Setidaknya terdapat tiga hal, yaitu melalui jalan agama, kebudayaan, dan pola pikir. Salah satunya melalui perayaan Velentine, adalah cara merusak umat Islam melalui jalan kebudayaan.



Cukup miris rasanya ketika menyaksikan umat Islam turut bersuka cita dalam perayaan Valentine. Sedangkan hal tersebut, menurut Yahudi (asal Valentine), dianggap ajaran yang salah.

Untuk itu, Ustaz Abu mengajak umat supaya tidak ikut larut dalam perayaan Valentine. Umat Islam juga dianjurkan untuk saling mengingatkan sahabat dan keluarga tanpa harus menggurui, tetapi dengan cinta.

Sebuah riset, kata Ustaz Abu, menyebutkan, pada malam Valentine, tingkat pembelian kondom sangat tinggi. Hal ini jelas adalah situasi yang memprihatinkan bagi masyarakat, khususnya umat Muslim.Dalam kondisi seperti, Ustaz Abu menduga perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) juga marak.

Padahal, Islam mengajarkan bahwa Allah menciptakan manusia di bumi berpasang-pasangan. Oleh sebab itu, Ustaz Abu menilai, orang-orang yang terjebak ke dalam perilaku LGBT lebih buruk daripada binatang. Umat Islam diminta menjauhi larangan Allah tersebut.

Ustaz Abu pun mengajak umat Islam, khususnya mereka yang belum menikah, untuk mencari jodoh sesuai dengan ajaran Islam, yaitu melalui jalan taaruf atau saling mengenal. Di antara yang dicontohkan Rasulullah dalam mencari jodoh adalah melihat kecantikan sifat seseorang.

“Kecantikan sifat maka makin hari makin cantik. Tapi kalau berdasarkan fisik, makin lama makin gak menarik. Cantik fisik relatif,” tuturnya.

Kecantikan sifat, ujar Ustaz Abu, dapat membahagiakan pasangan. Hal tersebut telah dibuktikan oleh Rasulullah ketika baru tiba dari perang. Ketika sampai di rumah, Rasulullah disambut oleh istrinya, Aisyah.

Aisyah kemudian membuatkan Rasulullah teh. Sambutan tersebut membuat Rasulullah bahagia, meskipun dalam keadaan lelah usai berperang. Rasululah juga membalas kasih sayang Aisyah dengan sabar. Padahal, pernah Aisyah salah memasukkan garam ke dalam tehnya sehingga rasa teh Nabi menjadi asin.

Kemudian, dalam proses saling mengenal calon pasangan, Islam juga mengajarkan agar memperhatikan harta. Terkait hal ini, menurut Ustaz Abu, terdapat beberapa pemahaman. Namun, yang pasti, ketika suami mempunyai harta, istri harus mampu memanajemeni keuangannya.

Selanjutnya, nasab atau keturunan juga pertimbangan yang perlu diperhatikan. Sebab, jika calon pasangan berasal dari keturunan keluarga yang baik, diyakini akan melahirkan generasi yang baik juga. Islam juga mengajarkan supaya mempertimbangkan agama ketika akan memilih calon pasangan.

“Apabila ingin bahagia di dunia dan akhirat maka pilihlah agamanya, bukan syahwat,” kata Ustaz Abu.

Oleh karena itu, menurut Ustaz Abu, sangat jelas perbedaan cinta berdasarkan ajaran Islam dengan konsep cinta pada hari Valentine. Islam mengajarkan mencintai karena Allah, sedangkan Valentine lebih kepada budaya mengumbar syahwat. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: