21 Agustus 2019
Home / Bisnis / Negosiasi akuisisi Bank Permata oleh Bank Mandiri Mulai segera dimulai

Negosiasi akuisisi Bank Permata oleh Bank Mandiri Mulai segera dimulai

Bank Permata di Jalan Sudirman Pekanbaru. (Foto: Google Street View)

Jakarta (RiauNews.com) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengaku akan memulai negosiasi harga untuk akuisisi PT Bank Permata Tbk pada pekan ini. Saat ini proses akuisisi telah sampai pada tahapan due diligence (proses uji tuntas) dengan seluruh pemegang saham Bank Permata.

“Minggu ini kami mulai negosiasi, tetapi negosiasi kan masih bisa fifty-fifty (50:50). Kalau cocok harganya jalan, kalau tidak ya tidak juga. Namanya negosiasi orang melakukan jual beli kan bisa cocok bisa tidak,” ujar Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo, Selasa (9/4/2019).

Baca: Disney Akuisisi 21st Century Fox Rp 1.000 triliun!

Pernyataan Tiko, sapaan akrabnya, sekaligus menampik rumor yang beredar di pasar bahwa dua belah pihak telah menyepakati valuasi untuk aksi korporasi tersebut.

Ia menuturkan Bank Mandiri telah melakukan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham dalam proses akuisisi ini. Meski demikian, pihaknya belum memperoleh izin resmi dari dua otoritas berwenang.

Baca: Semen Indonesia jadi pemilik mayoritas saham PT Holcim Indonesia

Jika proses akuisisi berlanjut, ia memastikan bahwa Bank Mandiri akan melebur (merger) Bank Permata dengan salah satu perusahaannya. Sebab, saat ini perusahaan dengan kode saham BMRI itu telah memiliki dua entitas anak yang bergerak di jasa perbankan, yakni PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)

“Kami tidak mungkin punya anak usaha bank tiga, kalau pun dikasih kelonggaran. Jadi kami harus merger salah satu, tapi kemana belum tahu. Itu masih omongan dua tiga tahun ke depan, masih jauh,” jelasnya.

Kabar akuisisi muncul karena Standard Chartered Bank sebagai pemilik saham Bank Permata berencana melepas sahamnya. Tercatat, Standard Chartered Bank memegang 44,56 persen saham Bank Permata.

Selain Standard Chartered Bank, PT Astra International Tbk (ASII) memiliki 44,56 persen saham perusahaan dengan kode BNLI itu. Sisanya, sebanyak 10,88 persen beredar di publik.

Kabar divestasi oleh Standard Chartered Bank sebenarnya sudah berhembus sejak 2015 saat kinerja bank tersebut mulai menurun. Namun, hal tersebut beberapa kali dibantah oleh Standard Chartered Bank.

Penurunan kinerja Bank Permata mulai terlihat sejak 2015. Kala itu, laba perseroan anjlok 84 persen dari 1,59 triliun tahun sebelumnya menjadi Rp247 miliar. Pada 2016, Bank Permata bahkan mencatatkan rugi mencapai Rp6,48 triliun

Komentar
%d blogger menyukai ini: