Sabtu, 25 Januari 2020
Home / Bisnis / Berawal ngurus BUMD, bisnis Ciputra menggurita se-Indonesia

Berawal ngurus BUMD, bisnis Ciputra menggurita se-Indonesia

Mal Ciputra Seraya Pekanbaru.

Jakarta (Riaunews.com) – Ciputra alias Tjie Tjin Hoan, insinyur sekaligus taipan properti menghembuskan nafas terakhir di Singapura pada Rabu (27/11), sekitar pukul 01.05 waktu setempat. Semasa hidupnya, Ciputra dikenal sebagai salah satu raja gurita bisnis properti di Indonesia lewat Ciputra Group.



Ciputra melahirkan bisnis propertinya, Ciputra Group, pada 1981 silam. Grup itu didirikannya tak lama setelah meniti karir di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Metropolitan Group, perusahaan yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai.

Namun, sebelum membesarkan nama Ciputra Group, ia sempat mengawali karier di Jaya Group, perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI. Ia membesarkan Jaya Group hingga usia sepuh, yaitu 65 tahun.

Ciputra lah tokoh dibalik pembangunan Ancol sebagai taman rekreasi. Ide mendirikan taman rekreasi itu disampaikan Ciputra kepada Gubernur DKI kala itu, Ali Sadikin. Ia dinilai sebagai seorang visioner yang mampu melihat potensi kawasan.

“Jadikan Ancol setaraf dengan Disneyland-nya Amerika,” tutur Ali Sadikin kepada Ciputra dalam Ciputra Quantum Leap, dikutip dari historia.id.

Pada kenyataannya, saat pembangunan Dunia Fantasi, Ancol tak meniru Disneyland. “Ancol justru mengembangkan fantasi dan kreasinya sendiri ala Indonesia,” katanya.

Masih tak puas, Ciputra pun lanjut mendirikan grup perusahaan keluarga, namun pada pada 1997 silam usaha yang dipimpinnya terseok-seok akibat diterpa krisis ekonomi. Tidak cuma itu, dua unit usaha jasa keuangan Ciputra, yaitu Bank Ciputra dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang didirikannya pun ditutup pemerintah.

Tapi, Ciputra berhasil membangkitkan usahanya. Ia kembali mengibarkan bendera bisnis Ciputra Group, yang ekspansinya terdengar sampai ke luar Indonesia. Lewat Ciputra Group, banyak proyek pembangunan properti dibangun.

Ciputra Group memiliki induk perusahaan bernama PT Ciputra Development Tbk. Perusahaan itu mulai dikenal publik karena membangun perumahan Citra Garden City di Jakarta Barat.

Citra Garden City merupakan salah satu kompleks perumahan modern kala itu. Proyek itu dilengkapi dengan segudang fasilitas, seperti olahraga hingga kesehatan dalam satu kawasan.

Setelah Citra Garden City, perusahaan melahirkan beberapa kompleks perumahan, seperti Citraland dan Citra Grand di berbagai kota di Tanah Air.

Perkembangan bisnis yang cukup baik membuat perusahaan berhasil melakukan penawaran saham terbatas (IPO) pada 1994. Ciputra Group melantai melalui perusahaan induk, Ciputra Development serta dua anak perusahaan, yaitu PT Ciputra Surya Tbk dan PT Ciputra Property Tbk.

Perusahaan juga berhasil mengembangkan bisnis ke segmen lain, di luar perumahan. Misalnya, pengembang skala kota, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, apartment, pusat rekreasi, fasilitas olahraga, telekomunikasi, kesehatan, broker, media, hingga perusahaan belanja digital alias e-commerce.

Ciputra Group juga pernah memiliki lini bisnis di sektor keuangan, seperti Bank Ciputra dan Asuransi Jiwa Ciputra. Namun, kedua bisnis itu terpaksa tutup lapak karena terusik krisis ekonomi pada 1997.

Salah satu ‘karya’ grup yang sangat dikenal publik ialah Ciputra Mall karena didirikan di beberapa kota. Selain itu, perusahaan juga mendirikan lembaga akademis yang berfokus pada pendidikan wirausaha, yakni Universitas Ciputra.

Teranyar, perusahaan mengelola dana tanggung jawab (CSR) menjadi Ciputra Artpreneur. Ini merupakan pusat seni terintegrasi yang menjadi etalase seni di kawasan bisnis Ciputra World yang sudah berdiri sekitar 20 tahun.

Dalam tiga dekade terakhir, Ciputra Group sudah memiliki 70 proyek perumahan di lebih dari 40 kota melalui para anak usaha yang kemudian melebur ke induk sejak 2017 lalu. Tak hanya di dalam negeri, Ciputra juga berhasil mengembangkan gurita usaha ke para negara tetangga.

Ia pernah terlibat dalam beberapa proyek komersil di Vietnam, Kamboja, dan China. Berbagai proyek itu digarapnya dengan pola kemitraan dengan perusahaan setempat.

Berdasarkan laporan keuangan Ciputra Development per kuartal III 2019, perusahaan berhasil mengantongi pendapatan sekitar Rp4,65 triliun. Pendapatan ini diperoleh dari penjualan berbagai lini usaha mulai dari hunian hingga ruko mencapai Rp4,15 triliun.***

%d blogger menyukai ini: