Kam 24 Rabiul awal 1441 H, 21 November 2019
Home / Bisnis / Asal tahu aja, setiap hari Freeport hasilkan 240 Kg emas dari Papua!

Asal tahu aja, setiap hari Freeport hasilkan 240 Kg emas dari Papua!

Suasana penambangan Grasberg Freeport. (Foto: CNBC Indonesia)

Jakarta (Riaunews.com) – Sejak 1973, PT Freeport Indonesia beroperasi Papua. Tambang terbuka Grasberg menjadi legenda, sebagai gunung emas yang dimiliki Freeport.

Grasberg akan berakhir masa tambangnya pada tahun ini, karena kandungan tembaga dan emasnya sudah habis. Freeport beralih ke tambang bawah tanah.



Presiden Direktur Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan berdasarkan data 2018, Freeport memproduksi 6.065 ton konsentrat per hari. Konsentrat ini adalah pasir olahan dari batuan tambang (ore), yang mengandung tembaga, emas, dan perak.

Dalam data Freeport, dalam setiap ton konsentrat 26,5% adalah tembaga, Lalu setiap ton konsentrat mengandung 39,34 gram emas. Kemudian dalam setiap ton konsentrat mengandung 70,37 gram perak.

“Jadi kami produksi 240 kg lebih emas per hari dari Papua,” kata Tony di Gresik, Sabtu (24/8/2019).

Namun emas ini berada dalam konsentrat, atau pasir hasil olah batu tambang.

Dilansir laman CNBCIndonesia.com, Senin (26/8/2019), Freeport saat ini memiliki tambang tembaga dan emas bawah tanah terbesar di dunia, yang terus dikembangkan. Tambang bawah tanah ini bisa menghasilkan 3 juta ton konsentrat per tahun.

Tony mengatakan, cadangan ini akan terus ada hingga kontrak Freeport berakhir di 2041. Bahkan masih ada cadangan tembaga dan emas di bawahnya lagi sekitar 2 miliar ton, yang bisa terus digali hingga 2052, bila kontrak Freeport diperpanjang pemerintah Indonesia.

Investasi yang bakal digelontorkan oleh Freeport di tambang Papua mulai 2019-2014 atau hingga kontrak habis, mencapai US$ 15,2 miliar atau Rp 212 triliun. Investasi ini di luar pembangunan smelter yang nilainya US$ 3 miliar atau Rp 42 triliun.

Pihak Indonesia saat ini menjadi pemegang saham mayoritas Freeport Indonesia. Sebanyak 26,24% saham Freeport dimiliki oleh Inalum, 25% dimiliki oleh PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPMM), yang merupkan perusahan milik Inalum, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Sementara sisa saham Freeport Indonesia, atau 48,76% dimiliki oleh Freeport McMoran.***

Komentar