Dekranasda Riau Promosikan Produk UMKM di Bandara SSK II Pekanbaru

Pekanbaru (Riaunews.com) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Riau, Adrias Haryanto, membuka Mini Showcase Produk Unggulan IKM/UMKM Binaan Dekranasda Provinsi Riau Tahun 2026 di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Rabu (5/11/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Dekranasda Riau untuk memperluas pemasaran produk kerajinan unggulan daerah sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat dari berbagai wilayah dan mancanegara.

Adrias mengatakan, pemilihan Bandara SSK II sebagai lokasi showcase didasarkan pada besarnya potensi pasar. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sepanjang 2025 bandara tersebut melayani 1,79 juta penumpang dengan jaringan penerbangan ke berbagai kota besar di Indonesia serta konektivitas internasional ke Kuala Lumpur dan Singapura.

“Kita sengaja memilih Bandara Sultan Syarif Kasim II sebagai tempat memperkenalkan produk unggulan Riau, karena kita melihat peluang pasar yang sangat besar di sini. Setiap hari ada peluang memperkenalkan produk kita kepada masyarakat dari berbagai daerah, bahkan mancanegara,” ujar Adrias.

Produk UMKM Harus Hadir di Pusat Aktivitas Masyarakat

Menurut Adrias, pelaku UMKM tidak bisa hanya menunggu pembeli datang ke galeri atau pameran. Produk-produk unggulan daerah harus hadir di lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya calon konsumen.

Karena itu, ia mengajak berbagai pihak, khususnya perusahaan besar yang beroperasi di Riau, untuk berkolaborasi membuka peluang pasar bagi perajin lokal.

“Karena itu, kami ingin kolaborasi seperti ini terus diarahkan pada penguatan usaha dan perluasan pemasaran. Khusus kepada pimpinan perusahaan besar yang hadir, saya mengajak kita bersama-sama membuka peluang pasar bagi perajin Riau,” ajaknya.

Harapkan Kerja Sama dengan Angkasa Pura Berlanjut

Adrias berharap kerja sama dengan Angkasa Pura Indonesia dapat terus dikembangkan agar produk unggulan Riau semakin mendapat tempat di salah satu pintu gerbang utama daerah.

Ia menilai, keberadaan produk UMKM di bandara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil karya masyarakat Riau kepada jutaan penumpang yang datang dan pergi melalui Pekanbaru.

“Harapan saya sederhana. Jangan sampai jutaan penumpang datang dan pergi melalui Riau, sementara produk-produk terbaik hasil karya masyarakat kita belum mendapat kesempatan yang cukup untuk dikenal,” katanya.

Ia juga berharap perluasan pemasaran tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan para perajin.

“Kita ingin karya para perajin tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi sumber penghasilan yang semakin baik bagi keluarga mereka,” pungkasnya.