108 Pelajar Meranti Ikuti Final Semarak Bulan Bahasa, Lestarikan Sastra Melayu

Budaya, Meranti10 Dilihat

Selatpanjang (Riaunews.com) – Sebanyak 108 pelajar dari 51 Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Kepulauan Meranti mengikuti babak puncak Semarak Bulan Bahasa di Afifa Sport Center, Selatpanjang, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan berbahasa sekaligus melestarikan sastra dan budaya Melayu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, S.H., membuka kegiatan tersebut mewakili Bupati Kepulauan Meranti. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguasaan Bahasa Indonesia dan bahasa asing tanpa meninggalkan bahasa daerah.

“Generasi muda harus mampu menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan menguasai bahasa asing. Namun yang tidak kalah penting, mereka harus tetap bangga menggunakan serta melestarikan Bahasa Melayu sebagai kekayaan identitas kita,” tegas Sudandri.

Ia juga mendorong sekolah menciptakan lingkungan yang mendukung keberanian siswa menyampaikan gagasan melalui karya sastra. Menurutnya, kemahiran berbahasa berkaitan erat dengan kemampuan berpikir kritis dan berkomunikasi secara efektif.

Balai Bahasa Salurkan 200 Buku untuk 40 Sekolah

Dukungan terhadap penguatan literasi daerah turut disampaikan Penyuluh Bahasa Balai Bahasa Provinsi Riau, Khairul Azmi. Ia menyampaikan adanya alokasi hibah 200 eksemplar buku bacaan dari pemerintah pusat untuk 40 sekolah di Kepulauan Meranti.

Khairul juga memotivasi tenaga pendidik agar tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi meskipun menghadapi keterbatasan fasilitas dan anggaran daerah.

“Anggaran boleh terbatas, tetapi gagasan kita tidak boleh terhenti. Fasilitas boleh sederhana, namun pembelajaran harus tetap bermakna dan komitmen kita untuk mendidik anak-anak tidak boleh berkurang sedikit pun,” pesannya.

Empat Kategori Lomba Diikuti 108 Peserta

Semarak Bulan Bahasa tersebut digagas Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP sebagai bagian dari upaya menumbuhkan semangat Sumpah Pemuda melalui pelestarian bahasa dan budaya.

Wakil Ketua MKKS SMP Kabupaten Kepulauan Meranti, Syafi’i, menjelaskan bahwa panitia menerapkan seleksi awal secara hibrida agar dapat menjangkau peserta dari berbagai pulau, termasuk wilayah terluar.

Ketua Panitia Pelaksana, Rudi Hartono, menyebut kompetisi tingkat kabupaten tersebut diikuti 51 SMP. Seleksi daring sebelumnya telah menyaring 108 peserta untuk melaju ke babak puncak di Selatpanjang.

Para peserta berkompetisi dalam empat kategori, yakni mendongeng menggunakan bahasa Melayu, melantunkan syair, berpidato, serta menulis aksara Melayu.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kecakapan berbahasa sekaligus mencintai dan menjaga warisan budaya lokal.