Pekanbaru (Riaunews.com) – Proyek revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru hingga kini belum rampung. Pembangunan yang dikelola PT Ali Akbar Sejahtera tersebut seharusnya selesai pada 2025, namun hingga September 2026 pekerjaan masih berlangsung.
Keterlambatan pembangunan membuat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menerbitkan surat peringatan ketiga (SP3) kepada pihak pengelola. Direktur PT Ali Akbar Sejahtera Veladio Pranajaya mengakui perusahaan masih menghadapi sejumlah kendala yang memengaruhi proses pembangunan.
“Kendalanya mungkin kendala perusahaan, terutama mengenai pendanaan. Ada hambatan mengenai pendanaan, itu saja kendalanya,” kata Veladio, Senin (7/9/2026).
Pendanaan Jadi Kendala Pembangunan
Selain persoalan pendanaan, perubahan sejumlah bagian desain menyesuaikan kondisi eksisting bangunan di lapangan juga membuat pekerjaan berjalan lebih lambat. Veladio mengatakan pihaknya terus menindaklanjuti ketentuan yang tercantum dalam SP3, termasuk melanjutkan pembangunan fisik pasar.
“Di dalam SP ketiga itu sudah dituangkan ketentuan-ketentuan yang harus kami selaku pihak mitra laksanakan segera. Salah satunya melanjutkan pembangunan. Itu sudah kami lakukan, kurang lebih sudah berjalan dua minggu dan sekarang masuk minggu ketiga,” ujarnya.
Veladio menyebut perusahaan juga siap memenuhi kewajiban pembayaran kontribusi kepada Pemko Pekanbaru. Pihak pengelola mendapat waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan pekerjaan hingga gedung dapat difungsikan dan pedagang kembali beraktivitas.
Progres Fisik Capai 80 Persen
“Pembayaran kontribusi juga sudah kami sepakati dan akan segera kami bayarkan dalam waktu dekat. Waktu yang diberikan sekitar tiga bulan untuk fungsional, artinya agar pedagang dapat masuk dan beraktivitas di gedung yang baru,” jelasnya.
Menurut Veladio, progres pekerjaan fisik Pasar Bawah saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Bagian interior gedung disebut hampir rampung, tetapi sejumlah kelengkapan masih harus diselesaikan, termasuk sistem pendingin ruangan atau AC.
“Kondisi gedung saat ini, bagian interiornya hampir rampung. Untuk fisik sekitar 80 persen. Namun, masih ada kelengkapan yang belum kami penuhi, seperti pemasangan AC secara sempurna. Sebagian memang sudah terpasang, tetapi belum seluruhnya aktif,” katanya.
