Kabut Asap Makin Tebal, AQI Pekanbaru Capai 412 dan Masuk Kategori Berbahaya

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kabut asap semakin tebal menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (25/8/2026) pagi. Kondisi tersebut diikuti memburuknya kualitas udara dengan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai 412 dan masuk kategori berbahaya.

Berdasarkan data pemantauan pada pukul 06.00 WIB, polutan utama di Pekanbaru adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 281 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Tingginya konsentrasi partikulat tersebut membuat kondisi udara perlu mendapat perhatian serius, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap masih tebal. Ia meminta masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia), lebih berhati-hati terhadap paparan polusi udara.

“Kita mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi kabut asap semakin tebal. Kalau memang tidak ada keperluan yang mendesak, sebaiknya tetap berada di dalam rumah,” ujar Markarius.

Anak-anak dan Lansia Diminta Lebih Waspada

Markarius mengatakan anak-anak dan lansia perlu mendapat perhatian lebih karena rentan terhadap dampak buruk polusi udara. Ia meminta orang tua mengawasi aktivitas anak dan membatasi kegiatan di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.

“Khusus anak-anak dan lansia, kita minta lebih dijaga. Jangan sampai terlalu banyak melakukan aktivitas di luar rumah karena kondisi udara saat ini kurang baik,” katanya.

Masyarakat yang terpaksa keluar rumah juga diminta menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel polutan. Pemko Pekanbaru bersama instansi terkait terus memantau perkembangan kualitas udara dan kabut asap untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi terbaru.

Kualitas Udara Dipengaruhi Cuaca dan Arah Angin

Markarius menjelaskan kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti cuaca, arah angin, serta sumber asap. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi udara terkini.

“Kita terus memantau perkembangan kualitas udara. Kondisi ini bisa berubah tergantung cuaca, arah angin dan sumber asap. Jadi masyarakat tetap tenang, tetapi harus waspada,” ungkapnya.

Selain AQI 412 dan konsentrasi PM2.5 sebesar 281 µg/m³, pemantauan Selasa pagi mencatat suhu udara sekitar 27 derajat Celsius, kecepatan angin 4 kilometer per jam, serta kelembapan udara mencapai 84 persen.