LPEK PP Muhammadiyah Bahas Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Melalui Program Napak Tilas KH Ahmad Dahlan

Yogyakarta (Riaunews.com) – Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Organisasi Hubungan Antar Lembaga (OHAL) Ekosistem Kewirausahaan secara hybrid di Aula Lantai 1 Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Minggu (31/5/2026). Kegiatan ini membahas pengembangan Program Napak Tilas Jejak KH Ahmad Dahlan sebagai bagian dari penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis gotong royong.

Ketua Umum LPEK PP Muhammadiyah, Warsangka, mengatakan Program Napak Tilas KH Ahmad Dahlan diharapkan tidak hanya menjadi wisata sejarah, tetapi juga berkembang menjadi wisata edukasi yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat di wilayah yang terlibat maupun daerah sekitarnya.

FGD tersebut dihadiri perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karangkajen, Yayasan KH Ahmad Dahlan, Museum Muhammadiyah, sejumlah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), pengurus masjid dan musala, serta berbagai lembaga terkait.

Kembangkan Ekosistem Kewirausahaan Berbasis Gotong Royong

Wakil Sekretaris IV LPEK PP Muhammadiyah, Ghifari Yuristiadhi, menjelaskan bahwa Muhammadiyah yang berdiri sejak 1912 memiliki warisan sejarah dan budaya yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus. Menurutnya, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Ketua Bidang OHAL LPEK PP Muhammadiyah, Rika Fatimah P.L., memaparkan konsep pengembangan ekosistem kewirausahaan melalui pendekatan Model Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur dalam Program Napak Tilas Jejak KH Ahmad Dahlan.

Rika menjelaskan bahwa G2R Tetrapreneur merupakan sistem silaturahim ekonomi berbasis gotong royong yang mengintegrasikan seluruh pemangku kepentingan dan sumber daya, baik alam maupun manusia, untuk menciptakan usaha masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan.

“Ekosistem G2R Tetrapreneur menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal, kearifan lokal, sumber daya alam, budaya, dan jejaring kolaborasi. Sistem ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi dan penjualan, tetapi juga membangun keberlanjutan melalui semangat gotong royong,” ujar Rika.

Melalui FGD tersebut, LPEK PP Muhammadiyah berharap seluruh peserta memiliki kesamaan persepsi dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu memperkuat sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai kolaborasi.