Yogyakarta (Riaunews.com) – Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menggelar sosialisasi hukum dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di Balai Kalurahan Ambar Ketawang, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membangun Keluarga yang Sadar Hukum: Pencegahan Kekerasan dan Perlindungan Anak”.
Kegiatan dipandu dosen Fakultas Hukum UWM, Khairil Ikhsan, S.H., M.H., dan mendapat sambutan positif dari pemerintah kalurahan serta masyarakat setempat.
Lurah Ambar Ketawang, Sumaryanto, mengatakan sosialisasi hukum penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Menurutnya, kasus KDRT masih kerap terjadi di lingkungan masyarakat dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
“Kegiatan seperti ini sangat penting agar masyarakat semakin sadar hukum dan memahami langkah pencegahan terhadap kekerasan dalam rumah tangga,” ujarnya.
Ia menilai melemahnya pendidikan budi pekerti turut memengaruhi meningkatnya kasus kekerasan dalam keluarga sehingga pendidikan karakter perlu kembali diperkuat di tengah masyarakat.
Narasumber utama kegiatan, Laili Nur Anisah, S.H., M.H., dosen sekaligus Ketua Satgas PPKPT dan Ketua Pusat Studi Gender Fakultas Hukum UWM, memaparkan berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga, mulai dari kekerasan fisik, psikis, seksual hingga penelantaran ekonomi.
Menurutnya, kekerasan psikis sering kali sulit dikenali, namun memiliki dampak besar terhadap kondisi mental korban.
“Kekerasan psikis dapat menyebabkan hilangnya rasa percaya diri, ketakutan, hingga penderitaan psikis berat pada korban,” jelasnya.
Sosialisasi PMB dan Program Beasiswa
Selain sosialisasi hukum, kegiatan juga diisi dengan pengenalan kampus dan sosialisasi PMB UWM oleh dosen Fakultas Hukum UWM, Asma Karim, S.H., M.H.
Dalam pemaparannya, Asma menjelaskan berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru, mulai dari jalur reguler, KIP, ADik hingga Beasiswa Keistimewaan bagi warga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia menyebut program beasiswa tersebut mencakup pembiayaan kuliah dan praktikum secara penuh.
Asma juga memperkenalkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja.
Program tersebut memungkinkan pengalaman kerja dan pelatihan dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) sehingga masa studi menjadi lebih singkat.
Menurutnya, Fakultas Hukum UWM juga menyediakan sistem perkuliahan fleksibel secara tatap muka maupun daring untuk mendukung masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan sambil bekerja.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari warga Kalurahan Ambar Ketawang yang aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab.
