Pekanbaru (Riaunews.com) – DPRD Kota Pekanbaru mengkhawatirkan kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar habis sebelum akhir tahun 2026. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kelangkaan BBM dan antrean panjang di sejumlah SPBU di Pekanbaru.
Kekhawatiran itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Zainal Arifin menyusul persoalan kelangkaan BBM yang terjadi di Pekanbaru dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Zainal, persoalan kuota BBM subsidi hampir setiap tahun menjadi masalah, terutama menjelang akhir tahun ketika konsumsi masyarakat meningkat.
“Yang kita khawatirkan ke depan, biasanya di bulan Desember kuota BBM habis. Karena setiap tahun memang sudah ditentukan berapa kuota yang diberikan untuk setiap kabupaten dan kota,” ujar Zainal, Sabtu (9/5/2026).
Ia mengungkapkan berdasarkan informasi yang diterima Komisi II DPRD Pekanbaru, penggunaan Pertalite dan Solar diperkirakan sudah melebihi kuota sebelum akhir tahun.
“Kita dapat informasi, nanti di awal Desember kuota Pertalite dan Solar sudah over. Bahkan over-nya bisa sampai 102 persen,” katanya.
DPRD Dorong Penambahan Kuota BBM
Politisi Partai Gerindra itu menilai kondisi tersebut harus segera diantisipasi agar tidak kembali terjadi kelangkaan BBM seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Nah, makanya kita dorong kepala daerah, baik Wali Kota Pekanbaru maupun Gubernur Riau, untuk bermohon ke pusat agar ada penambahan kuota BBM subsidi,” tegasnya.
Menurut dia, tanpa penambahan kuota, SPBU di Pekanbaru berpotensi mengalami kekosongan BBM subsidi selama beberapa pekan pada akhir tahun.
“Jangan sampai nanti awal Desember kosong sampai tiga atau empat minggu karena tidak ada penambahan kuota. Jangan sampai masyarakat antre panjang berjam-jam lagi bahkan sampai tengah malam,” ujarnya.
Karena itu, Komisi II DPRD Pekanbaru meminta pemerintah provinsi maupun pemerintah kota segera menyurati pemerintah pusat guna mengantisipasi potensi kelangkaan BBM subsidi di akhir tahun.
“Kita dorong pemerintah daerah agar segera berusaha dan bersurat ke pusat untuk meminta penambahan kuota BBM,” tutup Zainal.
