Pria Ditemukan Tewas di Lokasi Galian C Tenayan Raya, Aktivitas Tambang Disorot

Pekanbaru114 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Aktivitas tambang galian C di Kota Pekanbaru kembali memakan korban jiwa. Seorang pria bernama Farisman Laiya ditemukan meninggal dunia di lokasi galian C di Jalan Simpang Jengkol, Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya, Rabu (18/3/2026) sore.

Korban yang merupakan warga setempat ditemukan dalam kondisi telungkup di ujung jalan sekitar pukul 16.30 WIB, setelah sebelumnya dilaporkan tidak pulang selama satu hari.

Salah seorang warga, Walidiu Laila, mengatakan korban ditemukan saat proses pencarian oleh pihak keluarga. “Awalnya kami mencari karena korban tidak pulang. Saat menyisir lokasi, saya melihat seseorang tergeletak tidak bergerak. Setelah didekati, ternyata korban yang kami cari,” ujarnya.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak keluarga dan diteruskan ke kepolisian. Kapolsek Kulim, Kompol Didi Antoni, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan turun ke lokasi kejadian.

“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan mayat. Personel langsung ke TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, serta mengamankan keterangan saksi-saksi,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Keluarga Tolak Autopsi

Jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.

“Dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi dan gejala stroke. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi,” jelas Kapolsek.

Aktivitas Tambang Jadi Sorotan

Lokasi penemuan korban diketahui merupakan kawasan aktivitas galian C yang diduga ilegal. Warga menyebut area tersebut telah berulang kali menelan korban jiwa dan masih beroperasi tanpa pengawasan ketat.

Kondisi ini memicu sorotan publik terhadap penegakan hukum di sektor lingkungan, termasuk komitmen aparat dalam menangani praktik tambang ilegal atau green policing.

Di satu sisi, upaya penindakan terus disuarakan. Namun di sisi lain, aktivitas tambang berisiko tinggi tersebut masih berlangsung dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.