Pekanbaru (Riaunews.com) – Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau masih terpantau tinggi. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diperbarui pada Sabtu (14/3/2026), total hotspot di Pulau Sumatera mencapai 459 titik, dengan Riau menjadi provinsi penyumbang terbanyak.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Sanya Gautami, menyebutkan dari total tersebut sebanyak 315 titik panas terdeteksi berada di wilayah Riau.
“Sebaran hotspot paling banyak berada di Kabupaten Pelalawan dengan 164 titik, disusul Kabupaten Bengkalis 64 titik, Kabupaten Rokan Hilir 27 titik, Kabupaten Indragiri Hilir 26 titik, Kabupaten Kampar 15 titik, dan Kota Dumai 11 titik,” ujarnya.
Selain itu, hotspot juga terpantau di Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 4 titik, Kabupaten Kepulauan Meranti 2 titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Siak dan Kabupaten Indragiri Hulu.
Sementara itu, jika dilihat secara keseluruhan di Sumatera, jumlah hotspot setelah Riau terbanyak berada di Jambi sebanyak 40 titik, Kepulauan Riau 24 titik, Sumatera Selatan 21 titik, Sumatera Utara 21 titik, Bangka Belitung 16 titik, Aceh 14 titik, Sumatera Barat 7 titik, dan Bengkulu 1 titik.
Dari 315 titik panas yang terdeteksi di Riau, sebanyak 43 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi dan telah dipastikan sebagai titik api. Sementara 263 titik berada pada level sedang dan 8 titik lainnya pada level rendah.
BMKG mengingatkan bahwa banyaknya titik panas dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang mengalami cuaca panas dan kering dalam beberapa hari terakhir.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing.
